Mataram (Inside Lombok) – Sebanyak 336 Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Tahap 2 Non Optimalisasi asal Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) dilantik dan dikukuhkan oleh Menteri Agama RI Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, MA secara daring di Aula Bir Ali 2 Asrama Haji Embarkasi Lombok, Kamis (23/10/2025).
Selain peserta dari NTB, sebanyak 13.224 PPPK Kemenag dari seluruh Indonesia juga turut dilantik dan dikukuhkan secara serentak. Acara ini dihadiri Wakil Menteri Agama, Kepala BKN, jajaran Eselon I dan II Kemenag, serta pejabat Kemenag NTB, termasuk Kepala Bagian Tata Usaha H. Fathurrahman, pejabat eselon III, Ketua Tim Kerja Kanwil Kemenag NTB, Kepala Kankemenag kabupaten/kota se-NTB, dan rohaniawan.
Dalam sambutannya, Menteri Agama Nasaruddin Umar menyampaikan selamat kepada seluruh PPPK yang telah resmi dilantik. Ia menegaskan bahwa keberhasilan ini merupakan hasil dari kesabaran dan kerja keras seluruh peserta dalam mengikuti proses seleksi sesuai amanat Peraturan Pemerintah Nomor 49 Tahun 2018 tentang Manajemen Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja.
“Semoga Saudara sekalian menyadari bahwa proses panjang ini merupakan buah kesabaran dan ketekunan dalam menyelesaikan amanat Peraturan Pemerintah Nomor 49 Tahun 2018. Proses seleksi ini adalah ikhtiar dan perjuangan yang muaranya harus menjadi pengabdian kepada masyarakat, bangsa, dan negara,” ujar Menag.
Menag menekankan pentingnya dua kompetensi utama bagi ASN Kemenag, yakni high tech dan high touch. “ASN Kemenag tidak cukup hanya high tech, menguasai teknologi informasi dan sains, tetapi juga harus high touch — memiliki pendekatan kemanusiaan, pelayanan yang ramah, penuh cinta, dan memberi kesan baik bagi masyarakat,” katanya.
Ia juga mengingatkan agar ASN tidak hanya menunggu masyarakat datang untuk dilayani, tetapi aktif memberikan solusi atas kebutuhan publik. “ASN tidak patut hanya berdiam diri menunggu masyarakat mendatangi dirinya untuk memperoleh layanan. Jemputlah layanan itu, dan jika diperlukan, jadilah solusi bagi masyarakat itu sendiri,” tegasnya.
Menag turut mengajak seluruh PPPK untuk bersyukur kepada Allah SWT dan berterima kasih kepada pemerintah yang telah memberikan ruang afirmasi bagi status kepegawaian non-ASN. “Sebarkan kebahagiaan ini dengan melakukan kebaikan kepada keluarga dan orang-orang terdekat yang selama ini memberikan dukungan,” pesannya.
Ia menambahkan, Kemenag merupakan salah satu institusi besar dengan 10.562 satuan kerja dan unit pelaksana di seluruh Indonesia yang memegang tanggung jawab atas urusan pemerintahan di bidang pelayanan keagamaan. “Dengan pengangkatan 13.224 PPPK ini, kita semua berbangga hati. Sebab, Kementerian Agama adalah kementerian besar yang jaringannya menjangkau seluruh pelosok negeri,” ujar Menag.

