25.5 C
Mataram
Jumat, 6 Februari 2026
BerandaEkonomiSinergi Agromaritim dan Industri Halal Jadi Strategi Penguatan Ekonomi NTB

Sinergi Agromaritim dan Industri Halal Jadi Strategi Penguatan Ekonomi NTB

Mataram (Inside Lombok) – Kepala Dinas Perindustrian Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), Hj. Nuryanti, S.E., M.E., menjadi narasumber dalam Seminar Industri Halal pada kegiatan Grand Boss (Business Opportunity Success Seminar) yang diselenggarakan oleh Halal Network International (HNI) di Balai Guru Penggerak NTB, Minggu (19/10/2025). Kegiatan ini menjadi momentum bagi Dinas Perindustrian NTB untuk menjajaki kerja sama pengembangan industri halal berbasis agromaritim sejalan dengan kebijakan hilirisasi ekonomi non-tambang Pemerintah Provinsi NTB.

Dalam pemaparannya, Nuryanti menekankan bahwa produk halal kini menjadi gaya hidup global dengan pasar yang luas, namun sebagian besar produsen utamanya justru berasal dari negara non-Muslim seperti Amerika, Tiongkok, Brasil, dan Prancis. “Selama tujuh tahun kami membina industri halal di NTB, masih banyak yang fokus pada tahap sertifikasi. Padahal, tantangan berikutnya adalah bagaimana kita bisa menciptakan pasar dan memenuhi kebutuhannya. Di sinilah pentingnya kemitraan dengan perusahaan seperti HNI, yang telah mandiri dari sisi produksi, distribusi, hingga jejaring pemasaran,” ujarnya.

Nuryanti menyebut kolaborasi dengan HNI berpotensi memperkuat rantai pasok industri halal berbasis agromaritim, termasuk pemanfaatan bahan baku lokal seperti minyak kelapa, gula aren, kopi, rempah-rempah, dan tanaman obat dari sektor unggulan NTB. “Bahan baku dari sektor agromaritim NTB memiliki potensi besar untuk masuk ke industri halal nasional maupun global. Kami ingin mendorong IKM dan UMKM lokal agar tidak hanya menjual produk jadi, tapi juga bisa menjadi penyuplai bahan baku standar industri halal,” jelasnya.

Menurutnya, kemitraan dengan HNI juga membuka peluang lebih luas bagi IKM NTB untuk memperluas pasar melalui platform digital HalMall HNI. “Kami akan dampingi pelaku IKM untuk memenuhi standarisasi industri, sekaligus memanfaatkan jejaring HNI agar produk NTB bisa menembus pasar yang lebih luas,” tegas Nuryanti.

Couple Leader HNI, Nurhayati Abbas, LCED, menyambut baik langkah Dinas Perindustrian NTB tersebut. Ia menilai potensi NTB sangat besar karena mayoritas penduduknya muslim dan memiliki kekayaan bahan baku alami. “HNI selalu membuka diri untuk berkolaborasi, baik dalam suplai bahan baku maupun memperluas pasar produk halal di NTB. Kami siap bermitra jika kualitas bahan bakunya memenuhi standar industri HNI,” ujarnya.

Sementara itu, Corporate Speaker HNI, Feisa Medlar, LCED, menambahkan bahwa kemitraan ini dapat menjadi gerakan bersama membangun kemandirian ekonomi umat. “Melalui sistem Pakai, Cerita, Ajak (PCA), siapa pun bisa berpartisipasi tanpa modal besar. HNI hadir untuk memperkuat jejaring usaha masyarakat berbasis halal,” jelasnya.

Sinergi antara Dinas Perindustrian NTB dan HNI diharapkan mampu memperkuat ekosistem industri halal berbasis agromaritim yang mandiri, berdaya saing, dan berorientasi ekspor, sekaligus menjadikan NTB sebagai poros industri halal kawasan timur Indonesia.

- Advertisement -

Berita Populer