2.000 Guru di Mataram Sasaran Vaksinasi COVID-19

73
Ilustrasi - Kegiatan pelayanan vaksinasi COVID-19 untuk lanjut usia di RSUD Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat. (Inside Lombok/ANTARA/Nirkomala )

Mataram, 17/3 (Inside Lombok) – Sekitar 2.000 orang guru di Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat menjadi sasaran pelayanan vaksinasi COVID-19, sebagai upaya menciptakan kekebalan tubuh untuk melawan COVID-19 di tengah pandemi yang masih terus berlangsung.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Mataram dr H Usman Hadi di Mataram, Rabu mengatakan, berdasarkan data dari Dinas Pendidikan (Disdik), jumlah guru di Kota Mataram tercatat hampir 2.000 orang, baik guru ditingkat TK, SD maupun SMP.

“Guru menjadi prioritas mendapatkan vaksin COVID-19, agar pada bulan Juli 2021, para sekolah bisa mulai membuka kegiatan belajar tatap muka. Kasian anak-anak sudah capek bejalar ‘online’,” katanya.

Terkait dengan itu untuk pelaksanaan vaksinasi COVID-19 terhadap guru, Dinkes akan melakukan koordinasi lebih lanjut secara teknis dengan Dinas Pendidikan setempat.

“Untuk ketersedian vaksin COVID-19, tidak ada masalah sebab kemarin kami sudah menerima pendistribusian vaksin COVID-19 dari Dinas Kesehatan Provinsi sebanyak 2.850 vial dengan estimasi untuk sekitar 24 ribu sasaran,” katanya.

Sementara Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Mataram H Lalu Fatwir Uzali menyambut baik rencana pemerintah kota yang akan memberikan vaksinasi COVID-19 terhadap guru.

“Kami segera bersurat ke semua kepala sekolah se-Kota Mataram, untuk membicarakan teknis pelaksanaan vaksinasi guru. Apakah guru yang datang ke pusat pelayanan kesehatan atau pelayanan dilakukan di masing-masing sekolah,” katanya.

Fatwir mengatakan, jumlah guru di Kota Mataram yang saat ini tercatat hampir 2.000 orang, baik guru ditingkat TK, SD maupun SMP, diharapkan semuanya bisa mendapatkan vaksinasi COVID-19.

“Tujuannya, agar orang tua dan anak-anak bisa merasa aman ketika melakukan kontak dengan para guru,” katanya.

Kendati demikian, lanjutnya, berbagai sarana dan prasarana pencegahan COVID-19 di sekolah harus tetap disiapkan termasuk penerapan 5M (memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, mengurangi mobilitas dan menghindari kerumunan) harus diterapkan secara ketat.

“Untuk penerapan prokes COVID-19 di sekolah, tetap kami awasi secara ketat,” katanya. (Ant)