Balai Jalan Sarankan Sisa Trotoar yang Masih Menggantung di Senggigi Dipotong

Kepala BPJN provinsi NTB, Reiza Setiawan, saat meinjau lokasi longsor di spot Senggigi Dream Point. Selasa (23/02/2021). (Inside Lombok/Yudina Nujumul Qur'ani).

Lombok Barat (Inside Lombok) – Dari hasil pengecekan titik longsor yang terjadi di kawasan Pasific (Spot Senggigi Dream Point), Balai Jalan akui bahwa longsor tidak terjadi pada jalan. Akan tetapi di trotoar yang baru selesai ditata dan di-PHO pada Desember lalu itu.

“Memang yang tejadi kelongsoran bukan badan jalan kita, tetapi ini trotoar dan sedang kami koordinasikan dengan Dispar dan PUPR Lombok Barat” Kata Kepala BPJN NTB Reiza Setiawan, saat meninjau lokasi longsor, Selasa (23/02/2021).

Koordinasi itu pun sebagai langkah untuk mengetahui bagaimana kemudian tidak lanjut dari Dispar dan PUPR dalam menangani longsor yang terjadi. Lantaran, yang mengalami longsor itu merupakan proyek pekerjaan mereka yang masuk dalam paket proyek penataan kawasan wisata Senggigi.

“Kami akan koordinasi, sehingga nanti tidak lagi membebani jalan kita. Yang pasti bahwa ini harus segera diperbaiki” tegasnya.

Percepatan itu diharapkan supaya jangan sampai longsor kian parah dan justru berpengaruh terhadap jalan raya dan kunjungan wisatawan ke kawasan Senggigi.

Ia menjelaskan, terkait dengan kondisi jalan saat ini diakuinya masih aman. Namun harus segera ditutupi dengan terpal. Supaya aliran air tidak semakin masuk dan memengaruhi konstruksi tanah di sana.

“Saran kami nanti supaya Dispar dan PUPR Lobar memotong sisa trotoar yang masih menggantung ini. Kemudian sementara diberi terpal. Itu dulu untuk penanganan sementaranya” imbuh dia.

Pengurangan beban di tebing itu dengan memotong sisa trotoar yang menggantung itu diharapkan dapat meminimalisir risiko longsor susulan yang bisa saja terjadi.

Jalan Raya Senggigi ini, dituturkannya sebelumnya tidak pernah mengalami longsor hingga separah itu. Walaupun memang, lanjut dia, bangunan talud yang ada di tebing itu tergolong tua dan belum pernah dilakukan perbaikan sejak awal jalan itu dibangun hingga saat ini.

“Jadi ini sejak dibangun belum pernah ada perbaikan, ini dibangun sekitar tahun 1980-an. Selama ini yang ada hanya perbaikan rutin dari badan jalannya saja” bebernya.

Karena dalam hal ini, perbaikan jalan, kata dia, dilakukan sesuai dengan kebutuhan. Selama ini, jalan di Senggigi masih dalam keadaan baik sehingga tidak dilakukan perbaikan sebelumnya.

“Dengan adanya kejadian seperti ini, kita akan evaluasi ulang semuanya. Mana saja yang memang perlu diberikan perkuatan” tandas kepala BPJN Provinsi NTB ini.

“Mana saja titik yang berpotensi, itu nanti akan kita usulkan supaya masuk dalam penanganan tahun 2022” imbuhnya.

Pihak balai jalan pun mengaku belum berani terlalu detail untuk memberi evaluasi terkait longsor yang kembali lagi terjadi di titik berbeda dalam proyek penataan Senggigi. Lantaran pihaknya belum menerima data dari pihak Dispar dan PUPR Lobar.