Banjir di Lembar Disebabkan oleh Tanggul Rusak Sejak 2017

Lombok Barat (Inside Lombok) – Banjir kembali menggenangi rumah warga di dusun Songkang, desa Labuan Tereng, kecamatan Lembar pada Jum’at 19 Februari. Air mulai menggenang sejak sore sekitar pukul 18.00 Wita dan dilaporkan surut sekitar pukul 21.40 Wita.

Banjir itu, kata Humaidi, Kades Dasan Tereng, diakibatkan karena meluapnya air yang disebabkan oleh tanggul Tibu yang saat ini sudah jebol. Di mana kerusakan pada tanggul itu, ungkap dia, sudah terjadi sejak tahun 2017 silam. Namun hingga kini justru belum ada perbaikan dari pihak BWS Provinsi NTB yang memiliki wewenang.

“Tanggulnya jebol yang mengakibatkan arah air itu ke dusun Songkang” katanya kepada Inside Lombok, saat ditemui di lokasi pengungsian, Jum’at (19/02/2021) malam.

Di mana kerusakannya diperkirakan sepanjang 1,800 km lebih. Namun, karena tanggul itu bukan kewenangan desa, maka pihak desa pun diakuinya tidak bisa mengerjakan perbaikannya. Kendati kerusakan sudah dilaporkan sejak tahun 2017, hingga saat ini pihak BWS disebutnya belum pernah melakukan observasi di kawasan tanggul itu.

“Tapi dari 2017 pihak BWS tidak pernah melakukan observasi lapangan terhadap wilayah aliran-aliran sungai di sini” ketusnya.

Pihak desa pun, kata Humaidi sudah berkali-kali bersurat ke BWS mengenai hal itu. Ia mengaku tidak mengetahui alasan pasti mengapa pihak BWS hingga kini belum melakukan perbaikan.

“Kami berharap sekali kepada pihak BWS supaya perbaikannya bisa segera dikerjakan. Agar tidak kejadian lagi seperti ini (banjir, read)”harap dia.

Terkait dengan jumlah KK yang terdampak sekitar 380 dengan jumlah jiwa sekitar 1.450 jiwa. Sehingga sebagian besar warga terpaksa harus mengungsi karena kondisi rumah di dusun itu yang 80 persennya terendam semua dengan ketinggian genangan air mencapai 1,5 meter.

“Itu paling tinggi genangannya di depan kantor desa mencapai 1,5 meter dengan arus yang sangat deras sekali” imbuhnya.

Warga yang terpaksa mengungsi adalah warga yang rumahnya terdampak parah. Namun warga yang rumahnya tidak begitu parah, masih bisa kembali ke rumah saat air sudah mulai surut.

“Yang mengungsi ini kurang lebih 200 KK, tapi ada juga yang mengungsi ke rumah sanak saudaranya” jelas Kades Dasan Tereng ini.

Ia berterima kasih karena pihak BPBD, Dinsos, beserta bupati dan wakil bupati serta dewan yang dari Dapil Sekotong-Lembar langsung turun memberikan bantuan. Berupa makanan siap saji, air minum, dan selimut serta baby set. Karena di lokasi pengungsian itu juga banyak balita dan lansia.

Fasilitas pemerintah yang terdampak banjir itu meliputi, kantor desa, Puskesmas, Pustu, Polindes, SDN 1 Labuan Tereng, serta kantor pertanian.

Kasi Logistik BPBD Lobar, H. Tohri pun mengaku pihaknya langsung berkoordinasi dengan Dinsos dan PMI untuk melakukan evakuasi korban terdampak. Termasuk langsung mendroping bantuan logistik yang paling dibutuhkan oleh warga.

BPBD bersama pihak terkait pun hingga malam hari masih berjaga dan memeriksa lokasi tanggul yang jebol. Karena hingga malam hari, hujan di kawasan itu masih terus turun.

“Selain di Labuan Tereng, banjir ada juga di Sekotong Timur tepatnya di Jelateng dan juga tadi ada di dusun Telage Lembur. Tapi itu tidak separah yang di Labuan Tereng” paparnya saat ditemui di lokasi banjir.

Terkait dengan kerusakan rumah, dari hasil pemantauan timnya di lokasi, terdapat dua rumah yang rusak parah dan terancam roboh diterjang banjir.

“Ada dua rumah yang sudah ada keretakan di dalam dan hampir roboh. Tapi semoga tidak sampai rumahnya roboh” harap Tohri.