Baru 40 Persen Hotel di Mataram Memiliki Sertifikat CHSE

Kepala Dinas Pariwisata Kota Mataram, H. Nizar Denny Cahyadi (Inside Lombok/dok)

Mataram (Inside Lombok) – Di tengah pandemi Covid-19 ini, hotel dan restoran dituntut sudah CHSE (Cleanliness, Health, Safety, dan Environment). Namun hingga saat ini, jumlah hotel di Kota Mataram yang sudah CHSE yaitu baru 40 persen.

Kepala Dinas Pariwisata Kota Mataram, H. Nizar Denny Cahyadi Senin (30/8) di Mataram mengatakan, hotel yang sudah CHSE di Kota Mataram hanya hotel berbintang. Di mana, jumlah hotel berbintang di Kota Mataram yaitu sekitar 11 hotel.

“Di Mataram ini banyak hotel melati, itu yang belum masuk CHSE. Kalau hotel-hotel berbintang sudah semua,” katanya.

Banyaknya hotel non berbintang yang belum CHSE ini disebabkan karena syarat untuk mendapatkannya cukup banyak yang harus dipenuhi. “Mereka agak kerepotan untuk bisa masuk websitenya,” ujar Denny.

Untuk bisa memperoleh CHSE ini lanjut Denny, Dinas Pariwisata Kota Mataram dan Dinas Pariwisata Provinsi NTB memberikan pendampingan. Sehingga hotel non berbintang bisa lebih mudah untuk mengurus syarat-syarat CHSE.

“Kita dorong. Jadi ada pendampingan dari Dinas Pariwisata kota dan Provinsi untuk CHSE. Nanti syarat-syarat yang tidak bisa dipenuhi akan dibantu. Itu gunanya pendampingan,” katanya.

Masih adanya hotel yang belum mengantongi CHSE ini katanya, cukup mempengaruhi tingkat kunjungan. Pasalnya, dengan adanya CHSE bisa memberikan kenyamanan kepada para pengunjung.

“Secara signifikan berpengaruh. Karena dengan mereka mengetahui hotel ini ada CHSE. Berarti hotel ini sudah aman. Ya berpengaruh,” pungkasnya.