27.5 C
Mataram
Sabtu, 20 April 2024
BerandaBerita UtamaBawaslu Lobar Digeruduk Massa, Minta Kecurangan Pemilu Ditindak Secara Hukum

Bawaslu Lobar Digeruduk Massa, Minta Kecurangan Pemilu Ditindak Secara Hukum

Lombok Barat (Inside Lombok) – Sejumlah massa dari Aliansi Rakyat Pengawas Pemilu (Arwaslu) Lombok Barat (Lobar) geruduk kantor Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) setempat. Mereka mempertanyakan adanya dugaan kecurangan yang dilakukan oknum penyelenggara pemilu hingga oknum caleg di dapil Gerung – Kuripan dalam proses pleno yang tengah berjalan di kecamatan saat ini.

“Penyelenggara yang melakukan kecurangan sebagai tim sukses, kami minta diproses secara hukum,” tegas Koordinator Umum Arwaslu Lobar, Asmuni Ray saat mendatangi kantor Bawaslu Lobar, Rabu (21/02/2024).

Dia membeberkan dugaan kecurangan yang dimaksud pihaknya melibatkan oknum penyelenggara seperti panwascam dan PPK dalam pileg DPRD Lobar di dapil Gerung – Kuripan. Bahkan, mereka menyebut ada indikasi oknum penyelenggara pemilu ada yang sekaligus juga merangkap sebagai tim sukses caleg tertentu.

Oknum penyelenggara itu diduga memanfaatkan kewenangannya untuk menyalurkan sejumlah anggaran yang diberikan oleh oknum caleg, yang kemudian didistribusikan ke seluruh perangkatnya sampai ke tingkat KPPS dan PTPS. Hal ini dinilai dapat merusak mental penyelenggara dan menimbulkan kerugian bagi sejumlah caleg lain di dapil tersebut. “Kami meminta kepada Bawaslu untuk segera memanggil, mengusut tuntas dan memproses hukum, serta memberhentikan oknum-oknum penyelenggara,” ketusnya.

- Advertisement -

Tuntutan lain yang juga mereka sampaikan terkait penyebaran hasil rekap dari C Hasil, yang diduga dilakukan oleh oknum Perindo Lobar. Oknum tersebut diduga melampirkan hasil perolehan suara atau kursi DPRD Lobar, yang kemudian disusul dengan pertemuan delapan oknum caleg yang seolah menyatakan diri telah menang dan pasti lolos untuk melenggang ke kursi DPRD Lobar.

“Ini terindikasi kecurangan yang sistematis, massif dan terukur. Seolah Partai Perindo Lobar merangkap sebagai penyelenggara. Padahal C Hasil masih proses pleno di tingkat kecamatan. Ini gaduh di tengah masyarakat Lobar dapil I dan diduga syarat konspirasi kepentingan dengan penyelenggara,” beber Asmuni.

Menanggapi hal itu, Ketua Bawaslu Lobar, Rizal Umami mengatakan pihaknya sangat siap untuk dikritik. Bahkan sangat menerima laporan-laporan penyelewengan yang terjadi di lapangan. Namun yang disayangkan pihaknya, para pendemo dari Arwaslu justru tidak menyertakan bukti dokumen yang lengkap untuk melaporkan tuduhan tersebut.

“Misalnya kalau mereka menyampaikan laporan secara resmi, tentu orang yang mereka sebut terlibat akan kami lakukan klarifikasi pemanggilan terhadap mereka yang dilaporkan,” terang Rizal. Ditegaskannya, jika ada bukti oknum panwascam setempat memang ikut bermain seperti yang dituduhkan, maka bukan lagi teguran yang akan diberikan melainkan langsung pemecatan.

Rizal pun mengakui, saat ini Bawaslu sangat menunggu laporan yang formal dan prosedural terkait dugaan-dugaan pelanggaran agar dapat ditindaklanjuti. “Kalau masih lemah yang dibuktikan, paling kami hanya bisa melakukan teguran atau pembinaan kepada Panwascam,” tandasnya. (yud)

- Advertisement -

Berita Populer