Biaya Pengaspalan Capai Rp3 Miliar, Ratusan Km Jalan di Loteng Belum Mantap

Lombok Tengah (Inside Lombok)- Biaya pengaspalan atau hotmix jalan di Kabupaten Lombok Tengah mencapai Rp1,5 miliar hingga Rp3 miliar per km.

“Untuk hotmix itu standar kita sekitar Rp1,5 miliar sampai Rp3 miliar per km. Tergantung kondisinya. Provinsi saja itu sampai Rp5 miliar per km”,kata Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Lalu Firman Wijaya, Rabu (12/8/2020).

Besarnya anggaran pengaspalan ini menjadi salah satu penyebab masih banyaknya jalan di Lombok Tengah yang belum dalam kondisi mantap atau sudah diaspal.

Dari catatan pihaknya, kondisi jalan yang sudah mantap sementara ini sepanjang 500 km lebih. Sisanya sepanjang 261,793 km atau 32,3 persen belum mantap dari total ruas jalan sepanjang 809 km.

“809 km itu sesuai SK 208 A tahun 2018 tentang jalan kabupaten”,katanya.

Dari 809 ruas jalan kabupaten itu, sekitar 39 ruas di antaranya adalah ruas jalan baru dan baru enam ruas yang telah diperbaiki. “Artinya masih 33 ruas jalan yang belum ditangani”,jelas Firman.

Dikatakan, daftar tunggu perbaikan jalan ini memang panjang. Tiap tahun pemerintah hanya mampu mengaspal sekitar 10 sampai 20 km. Sehingga butuh waktu sekitar 15 tahun untuk menuntaskan pembangunan jalan tersebut.

Karena pembangunan jalan ini menjadi ranah pemerintah kabupaten melalui Dana Alokasi Umum (DAU) dan Dana Alokasi Khusus (DAK).

“Ini daftar tunggunya memang panjang. Karena kita bukan hanya memantapkan jalan tapi juga mempertahankan yang sudah mantap, itu juga butuh biaya”,ulasnya.

Untuk itu, dalam pemantapan ruas jalan ini, tidak bisa diterapkan asas pembangunan yang merata dan berkeadilan.

Kalau itu dilakukan, maka pemantapan jalan yang berada di tempat-tempat strategis tidak bisa diprioritaskan.