BPBD Lobar Catat Sudah 15 Kali Bencana Akibat Anomali Cuaca

Kepala Pelaksana BPBD Lobar, Mahnan, beberapa waktu lalu. (Inside Lombok/Yudina Nujumul Qur'ani).

Lombok Barat (Inside Lombok) – Hasil inventarisasi yang dilakukan BPBD Lombok Barat mengenai akibat anomali cuaca pada fenomena La Nina pada tahun 2020 ini. Bencana alam yang terjadi lebih didominasi angin kencang yang disertai hujan.

“Sejak 11 November sampai dengan hari ini, sekitar 15 kali bencana yang terjadi di Lombok Barat, yang didominasi angin kencang disertai dengan hujan” ungkap Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Lobar, Mahnan, saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon, Sabtu (12/12/2020).

Dari 15 kejadian tersebut di dominasi oleh pohon tumbang dan rumah warga yang mengalami kerusakan akibat atapnya diterbangkan angin kencang maupun puting beliung.

Namun, sejauh ini, diakuinya bahwa tidak ada korban jiwa akibat bencana tersebut. Terkait korban materil, Pemda telah menyalurkan bantuan bahan bangunan untuk perbaikan rumah, baik itu kayu maupun spandek.

Sehingga dari hasil rapat evaluasi yang dilakukan bersama dengan Pemda Lobar dan pihak terkait lainnya, ia menyebut bahwa perapian dan pemotongan pohon yang berpotensi tumbang turut menjadi atensi saat ini.

“Jadi evaluasinya, tim itu harus bergerak tidak hanya saat terjadi pohon tumbang. Tapi ketika cuaca mendukung untuk melakukan pemotongan ranting” tandas Mahnan.

Namun, disebutnya, kendala yang mengakibatkan belum maksimalnya pemotongan tersebut. Karena titik-titik rawan tersebut merupakan jalur yang selalu padat arus lalu lintas.

“Tapi teknis pemotongan juga menjadi pertimbangan jangan sampai setelah dipotong, ranting-ranting itu nanti tidak diurus dan malah jadi sampah” ketusnya.

DalamĀ  perapian pohon tersebut, tim Pemda juga melakukannya bersama dengan PLN guna menghindari kesalahan pemotongan yang berakibat fatal terhadap sambungan listrik.

Sementara untuk musibah longsor, dikatakan Mahnan, bahwa sebagian besar terjadinya di wilayah utara.

“Di utara yang rawan, karena selain topografi wilayahnya, tapi juga struktur tanahnya yang memang kurang padat” bebernya.

Dirinya mengimbau kepada masyarakat untuk selalu waspada, minimal dengan menghindari aktivitas di luar ruangan ketika cuaca ekstrem terjadi.