BPBD Lombok Tengah Bantu Korban Bencana Puting Beliung

BPBD Kabupaten Lombok Tengah, NTB, menyalurkan bantuan kebutuhan pokok dan logistik lainnya untuk para korban angin puting beliung, di Desa Montong Gamang, Sabtu (14/12/2019). (Inside Lombok/ANTARA/Awaludin)

Mataram (Inside Lombok) – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, menyalurkan bantuan kebutuhan pokok dan logistik lainnya untuk para korban bencana angin puting beliung yang terjadi pada Jumat (13/12).

“Bantuan sudah disalurkan hari ini. Ada kebutuhan pokok berupa beras, gula pasir, ikan sarden kemasan, terpal dan selimut. Semuanya disalurkan untuk korban puting beliung di Desa Motong Gamang,” kata Kepala BPBD NTB, H Ahsanul Khalik, di Mataram, Sabtu.

Bencana puting beliung dibarengi hujan es melanda Desa Montong Gamang, Kecamatan Kopang, Kabupaten Lombok Tengah, pada Jumat (13/12), pukul 15.30 Wita.

Bencana alam tersebut menyebabkan 17 rumah warga mengalami kerusakan. Selain itu, seorang bayi mengalami luka dan harus dijahit di bagian lengan dan ibunya mengalami luka ringan di bagian kepala.

Menurut Ahsanul, angin kencang disertai hujan lebat melanda sebagian besar wilayah NTB. Kejadian tersebut tidak hanya merusak rumah warga, tetapi juga menumbangkan pepohonan berukuran relatif besar. Sebagian besar terjadi di Kota Mataram, Ibu Kota Provinsi NTB, namun tidak ada korban jiwa.

Data Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kota Mataram, tercatat sebanyak 23 pohon tumbang akibat angin kencang disertai hujan lebat pada Kamis (12/12). Kejadian serupa kembali terjadi pada Sabtu siang (14/12). Belasan pohon tumbang di beberapa wilayah di Kota Mataram, dan menyebabkan enam orang mengalami luka-luka.

Pihaknya mengimbau masyarakat agar waspada terhadap cuaca ekstrem berupa hujan lebat disertai petir dan angin kencang yang melanda wilayah NTB, khususnya di Pulau Lombok, dalam beberapa hari terakhir.

“Kami mengimbau masyarakat agar tetap waspada karena kondisi cuaca ekstrem masih berpotensi terjadi dalam beberapa hari ke depan berdasarkan perkiraan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika,” katanya.

BPBD NTB juga terus berkoordinasi dengan BPBD Kabupaten/kota untuk mengantisipasi terjadinya bencana alam memasuki musim penghujan dan menyiapkan segala jenis logistik yang akan disalurkan kepada masyarakat yang menjadi korban bencana alam. (Ant)