BPBD Mataram Siapkan Peralatan Antisipasi Perubahan Cuaca

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Mataram Mahfuddin Noor. (Foto: Inside Lombok/ANTARA/Nirkomala)

Mataram (Inside Lombok) – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, mulai melakukan persiapan sarana dan prasarana peralatan untuk mengantisipasi perubahan cuaca dari musim kemarau ke musim hujan.

Kepala Pelaksana BPBD Kota Mataram Mahfuddin Noor di Mataram, Senin, mengatakan, berbagai peralatan mobilisasi dan logistik untuk antisipasi perubahan cuaca di akhir tahun sudah disiapkan.

“Dengan melihat eskalasi perubahan cuaca sepanjang tahun, pada akhir tahun biasanya akan terjadi musim hujan disertai angin kencang. Karena itu, perlu dilakukan persiapan baik SDM maupun peralatan serta logistik,” katanya.

Menurut dia beberapa peralatan yang sudah disiapkan antara lain genset dan mesin sedot air digunakan apabila ada titik genangan yang perlu disedot.

Kemudian karung, untuk membuat tanggul darurat jika terjadi abrasi atau longsorĀ sungai serta tenda untuk persiapan evakuasi apabila ada warga yang perlu dievakuasi akibat bencana.

“Untuk titik rawan genangan, di Mataram masih terindentifikasi sekitar 10 titik. Dua diantaranya di adalah Jalan Koperasi dan Jalan Airlangga,” sebutnya.

Dikatakan, dari pemetaan yang dilakukan genangan air terjadi akibat intensitas hujan yang lama dan lebat sebagian besar terjadi di ruas-ruas jalan. Sementara yang terjadi di areal permukiman persentasenya sangat kecil.

“Genangan itu terjadi akibat banyaknya drainase yang tersumbat karena sedimen dan sampah,” katanya.

Terkait dengan itu, sebagai langkah antisipasi bencana menjelang musim hujan pihaknya juga telah berkoordinasi dengan sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) terkait seperti Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim), Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), serta camat dan lurah.

Begitu juga terkait dengan kesiapan personel di lapangan baik dari satgas Disperkim maupun satgas di Dinas PUPR untuk memudahkan koordinasi ketika terjadi bencana.

“Untuk personel dari BPBD kita siagakan 60 orang, melakukan pengawasan serta patroli pada titik-titik rawan bencana termasuk di kawasan pesisir pantai,” ujarnya. (Ant)