BUMDes Jadi Aggregator Pemulihan Ekonomi Pasca-Pandemi

76
Penguatan Kapasitas Pengurus BUMDes Sebagai Upaya Percepatan Pemulihan Ekonomi Pedesaan Pasca Pandemi Covid-19. (Inside Lombok/ist)

Mataram (Inside Lombok) – Kemandirian desa diwujudkan melalui Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) yang dibentuk berdasarkan kebutuhan masyarakat dan potensi yang ada di desa. BUMDes diharapkan harus mampu menjadi agregator dan lokomotif perekonomian.

Penyiapan kapasitas dan peningkatan keterampilan pengurus di dalam mengelola BUMDes sangat penting sebagai sebuah model pemberdayaan ekonomi masyarakat di desa.

Tata kelola BUMDes dan pemberdayaan ekonomi rumah tangga para pelaku usaha ekonomi kecil pedesaan yang terdampak pandemi Covid-19 merupakan salah satu fokus konsorsium Konsepsi dan Mitra Samya melalui Program Siap Siaga, sebuah kemitraan antara pemerintah Indonesia dengan pemerintah Australia.

Konsepsi dan Mitra Samya pada 28-30 Juli 2022 mengadakan kegiatan pelatihan yang bertema Penguatan Kapasitas Pengurus BUMDes Sebagai Upaya Percepatan Pemulihan Ekonomi Pedesaan Pasca Pandemi Covid-19.

Kegiatan ini dihadiri oleh perwakilan BUMDes dari 4 desa di 2 kabupaten dampingan, yaitu Desa Pemenang Barat dan Malaka, Kabupaten Lombok Utara, serta Desa Tumpak dan Selong Belanak, Kabupaten Lombok Tengah.

Peserta pelatihan ini dari Pengawas BUMDes, Direktur BUMDes, Bendahara BUMDes, dan Manajer Unit Usaha BUMDes.

Hasriana Muliawan dari kelembagaan Siap Siaga yang hadir pada sesi pembukaan pelatihan menginginkan BUMDes bisa menjadi mediator untuk pemasaran usaha masyarakat di level desa. Dia juga berharap peserta dapat meningkat ilmu dan pengetahuannya di dalam mengelola BUMDes.

“Harapan kami, apa yang bapak ibu dapatkan di sini mampu dimanfaatkan dengan baik dan bisa memberikan ilmu baru,” ungkap Hasriana.

Sementara itu, Hairul Anwar selaku Program Manager Siap Siaga dari Konsepsi menyatakan harapannya pada pengelolaan BUMDes sebagai aggregator usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) yang bisa diandalkan dalam pemulihan ekonomi masyarakat akibat pandemi Covid-19.

“Kalau bicara pemulihan, maka BUMDes inilah yang bisa kita andalkan sebagai aggregator UMKM di desa,” ucap Hairul. Dalam pelatihan ini, jelas Hairul, mindset pengelolaan dan kapasitas pengetahuan tata kelola BUMDes menjadi suatu hal yang ingin diubah paradigmanya.

Tujuan utamanya agar ekonomi masyarakat memiliki ketahanan di dalam menghadapi ancaman bencana, terlebih lagi bisa cepat pulih dari dampak pandemi Covid-19. (r)