Polisi Dalami Penemuan Mayat Perempuan di Dalam Rumah di Gunungsari

2205
Kapolresta Mataram, Kombes Pol Mustofa saat turun ke TKP didampingi Kasat Reskrim, Kompol Kadek Adi Budi Astawa (Inside Lombok/ist)

Mataram (Inside Lombok) – Seorang perempuan atas nama Haerani (22) asal Lingkungan Taman Kapitan, Tamansari Ampenan ditemukan meninggal, Jumat (29/7) kemarin di BTN Citra Persada Medas Blok S Nomor 5, Gunungsari. Petugas kepolisian pun saat ini melakukan pendalaman melalui proses otopsi untuk mengetahui penyebab kematian perempuan tersebut.

Kapolresta Mataram, Kombes Pol Mustofa menerangkan Rani diketahui merupakan guru di salah satu taman kanak-kanak (TK). Perempuan itu ditemukan warga meninggal di TKP sekitar pukul 18.30 Wita. Saat ini jenazah sedang dilakukan otopsi di Rumah Sakit Bhayangkara Polda NTB.

“Awal kejadian sebelumnya kami mendapatkan informasi dari warga, saya bersama Kasat Reskrim langsung turun untuk olah tempat kejadian perkara (TKP), dan Jenazah Rani sudah dibawa ke RS Bhayangkara untuk kita periksa,” ungkap Mustofa, Sabtu (30/07).

Diterangkan, saat ditemukan jenazah korban memiliki luka leban. Kendati Mustofa menyebut seseorang yang meninggal lebih dari 24 jam memang bisa memiliki luka lembam tersebut. “Yang bisa menentukan luka lebam tersebut karena benturan benda tumpul, (atau) karena posisi mayat atau jenazah itu kan dokter, saya menunggu hasil otopsi dokter,” lanjutnya.

Luka lebam sendiri ditemukan di beberapa bagian tubuh jenazah. Antara lain dada dan pipi. “Karena tadi malam posisinya jenazah kan dipojok kamar mandi dan posisi menunduk, jadi saya mohon waktu. Menunggu hasil otopsi dokter nanti hasilnya akan kita sampaikan,” ujar Mustofa.

Pihak kepolisian sampai saat ini belum bisa memastikan penyebab kematian Rani. Dugaan sementara, jenazah telah meninggal 24-48 jam sebelum ditemukan.

“Sementara untuk barang bukti masih kita telusuri apa yang hilang di TKP. Apabila kita lihat untuk kendaraan bermotor yang bersangkutan masih ada, berikut barang-barang seperti ATM masih ada, yang jelas di rumah masih ada barang-barang sifatnya milik korban, dan CCTV berikut saksi-saksi juga kami masih selidiki. Kami maksimalkan olah TKP dan pemeriksaan jadi kita sambil menunggu hasil otopsi dokter,” tutup Mustofa. (r)