Bupati Pertahankan PD Agro Selaparang, DPRD: Bubarkan Saja Ketimbang Jatuh Sendiri

Ketua Komisi III DPRD Lotim, Hasan Rahman (Inside Lombok/M.Deni Zarwandi)

Lombok Timur (Inside Lombok) – Permasalahan pada Perusahaan Daerah (PD) Agro Selaparang nampaknya membuat badan eksekutif dan legislatif di Kabupaten Lombok Timur (Lotim) tidak sepaham. DPRD Lotim meminta agar PD tersebut dibubarkan, sedangkan Bupati Lotim menyatakan akan terus mempertahankannya dengan cara apapun.

Sebelumnya, Bupati Lotim, H. M. Sukiman Azmy secara tegas mengatakan bahwa tidak boleh ada PD yang dibubarkan selama masa kepemimpinannya. Ia juga berjanji akan mempertahankannya seoptimal mungkin dan bersedia membantu dengan cara apapun.

“Kita akan optimalkan agar berjalan dengan baik bagaimanapun caranya, tidak boleh ada PD yang bubar di masa kepimpinan saya,” tegasnya.

Di sisi lain, Ketua Komisi III DPRD Lotim, Hasan Rahman mengatakan bahwa PD Agro Selaparang tersebut lebih baik dibubarkan saja daripada 3-4 bulan akan kolaps atau jatuh dengan sendirinya. Terlebih pada tahun depan pihaknya tidak akan menyetujui anggaran penyertaan modal kepada PD tersebut.

“Tahun 2023 kita tidak kasi anggaran, kemarin saja kita kasi Rp2,5 miliar malah tidak bisa jadi apa-apa, jadi untuk apa kita kasih lagi?” tegasnya.

Dalam pengoptimalan kinerja PD Agro Selaparang, Hasan menyarankan agar direksi dan jajaran mempertaruhkan gajinya untuk menyelamatkan perusahaan dengan dilakukan pemangkasan, jika tidak demikian maka permasalahan yang sama akan terus terjadi.

“Memang sudah dilakukan pemotongan gaji, tapi masih ada kok gaji direksinya berjumlah Rp4 juta, coba itu dipangkas agar 3-4 bulan ke depan perusahaan ini dapat menuai hasil,” terangnya.

Bupati mempertahankan PD Agro Selaparang karena memikirkan nasib ratusan karyawan yang bekerja di sana. Namun Hasan mengatakan jika tidak ada perbaikan manajemen dan tetap seperti itu maka tentunya akan lebih berdampak lagi bagi karyawan.

“Ketimbang nanti karyawan bubar dengan sendirinya tanpa ada untung yang akan dibagi, maka itu lebih parah lagi,” tuturnya.

Permasalahan yang ada pada PD Agro Selaparang itu sendiri saat ini yakni lebih besar biaya operasional yang dikeluarkan ketimbang untung yang didapat, malah bukannya untung akan tetapi modal usaha juga tidak bisa kembali dari dua usaha yang digeluti seperti es balok dan pupuk. (den)