Distan Kota Kembali Tertibkan Anjing Liar

Ilustrasi Anjing Liar (Image Source : Berita BaliOnline)

Mataram (Inside Lombok) – Dinas Pertanian (Distan) Kota Mataram menertibkan anjing-anjing liar yang banyak berkeliaran di jalan. Penertiban ini juga untuk memastikan keamanan di jalan dan mengantisipasi penyebaran penyakit rabies.

Kepala Distan Kota Mataram, Dedy Supriadi, Selasa (29/11) di Mataram mengatakan, hasil dari pantauan pihaknya anjing liar masih banyak ditemukan di Kota Mataram. Kondisi ini disebut mengganggu kenyamanan para pengunjung terlebih dengan kotorannya yang ada di mana-mana.

“Masalah anjing liar ini, di mana-mana banyak anjing liar di jalan-jalan. Kemarin kita ke Denpasar, tidak ada anjing di jalan. Sehingga kemarin kita langsung bergerak melakukan operasi tadi malam,” ujar Dedy.

Ia mengakui, penertiban ini sebelumnya sudah dilakukan dengan menggunakan racun. Namun cara itu banyak mendapatkan penolakan dari masyarakat terutama para pencinta hewan. “Yang dipelihara dijaga, yang liar dikandangin,” katanya.

Pekan depan, lanjut Dedy, Distan Kota Mataram akan mengeluarkan imbauan kepada masyarakat melalui kelurahan untuk mengantisipasi agar tidak ada penolakan dari masyarakat ketika penertiban anjing sedang dilakukan. Pasalnya penertiban anjing liar ini yang akan dilakukan secara berkelanjutan.

“Sekarang pengertian para pencinta anjing ini yang dipelihara ini yang dikandangin, bukan liar yang dikandangin,” ujarnya. Penertiban anjing liar, sambung Dedy, sudah mulai dilakukan oleh petugas. Jumlah anjing yang ditertibkan belum diketahui secara pasti. “Saya belum tahu pasti ya berapa, tapi ini berlanjut,” lanjutnya.

Menurutnya, jika ada para pencinta anjing keberatan terkait tindakan yang dilakukan oleh pemerintah daerah, diharapkan juga harus ada solusi yang diberikan terhadap keberadaan anjing liar yang ada. “Kalau keberatan juga harus ada solusi yang diberikan,” tegasnya.

Tujuannya dari penertiban yang dilakukan demi kenyamanan pengguna jalan, menjaga kebersihan Kota Mataram dari kotoran anjing. Namun yang lebih penting mengantisipasi penularan penyakit rabies. “Ini tadi untuk kenyamanan pengguna jalan, kotorannya juga ini banyak,” pungkasnya. (azm)