Diguyur Hujan Sejak Siang, Sebagian Ruas Jalan Senggigi Kembali Tergenang

72
Ruas jalan di Senggigi yang tergenang air, Jumat (23/09) (Inside Lombok/ist)

Lombok Barat (Inside Lombok) – Hujan yang mengguyur wilayah Senggigi sejak siang tadi mengakibatkan sebagian ruas jalan di wilayah pariwisata itu, tepatnya jalan menuju hotel Merumatta sempat terendam banjir. Bahkan bukit yang ada di tanjakan atas Cafe Alberto mengalami longsor.

“Pembuangan (saluran air) di depan Merumatta, di jalan ke pantai itu kurang besar drainasenya yang ke laut. Makanya air hujannya meluap,” kata Kades Senggigi, Mastur saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon, Jumat (23/09/2022).

Dirinya menyebut, kawasan itu kerap kali menjadi langganan genangan hingga mencapai 50 centimeter, nyaris satu meter saat sedang musim hujan. Karena lubang aliran air dalam drainase tersebut yang dinilai terlalu kecil, sehingga tidak sesuai dengan debit air yang mengalir di sana.

“Tingginya paling sekitar 50 centimeter, hampir semeter dan biasanya kalau sudah 30 menit airnya surut,” imbuh dia. Karena dari kondisi-kondisi sebelumnya, saat musim hujan, kawasan itu biasanya akan tergenang selama 30 menit hingga satu jam.

“Kita sudah dua kali bersurat ke Pemda, langsung ke PUPR untuk memperbesar drainase pembuangan itu, tapi belum ada tanggapan dari Pemda,” bebernya. Mastur pun khawatir, kondisi yang terus berulang setiap musim hujan itu justru akan berpengaruh terhadap minat kunjungan wisatawan ke Senggigi.

Dikonfirmasi terpisah, Camat Batulayar, Afgan Kusuma Negara menyebut bahwa saat ini kondisi genangan di jalan menuju hotel Merumatta sudah mulai surut. “Kalau yang longsor, itu hanya longsoran kecil sisa-sisa tanah yang ada di atas batu. Beserta dengan semak-semak,” ujarnya.

Kondisi itu pun disebutnya kini tengah diantisipasi oleh pihak kepolisian, agar tidak mengganggu lalu lintas kendaraan di kawasan tersebut. Namun, ia tak menampik bahwa kejadian longsor ini merupakan longsor pertama yang terjadi di atas tepatnya di tanjakan atas cafe Alberto dan langsung ke jalan raya tersebut.

“Sepengetahuan saya, pertama longsor di sini. Longsor kecil ini, tidak sampai satu open cap (pick up) tanahnya yang jatuh itu,” pungkasnya. (yud)