Dinas Kelautan dan Perikanan Mataram Salurkan Bantuan Mesin Ketinting

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kota Mataram Hj Baiq Sujihartini, saat menyerahkan secara simbolis bantuan mesin ketinting kepada delapan kelompok nelayan di Kecamatan Ampenan, Kota Mataram. (Inside Lombok/ANTARA News/Nirkomala.ist)

Mataram (Inside Lombok) – Dinas Kelautan dan Perikanan Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, telah menyalurkan bantuan mesin ketinting kepada depalan kelompok nelayan di Kecamatan Ampenan, yang merupakan bantuan dari Kementerian Kelautan dan Perikanan.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kota Mataram Hj Baiq Sujihartini di Mataram, Kamis, mengatakan, masing-masing kelompok mendapatkan satu unit mesin ketinting berkekuatan 18 PK.

“Mesin ketinting yang kami bagikan kepada delapan kelompok nelayan itu, sudah dimodifikasi menggunakan bahan bakar elpiji sehingga biaya operasional lebih murah,” katanya.

Menurut dia, kelompok nelayan yang mendapatkan bantuan mesin ketinting tersebut sebelumnya sudah melalui penjaringan dan harus memenuhi persyaratan.

Ia memaparkan bahwa persyaratan yang dimaksudkan antara lain nelayan sudah memiliki kartu nelayan, memiliki kartu Kusuka (kartu pelaku usaha kelautan dan perikanan), dan pekerjaan di kartu tanda penduduk (KTP) adalah nelayan.

“Pasalnya, banyak nelayan yang mengisi jenis pekerjaan di KTP-nya sebagai wirausaha, swasta dan lainnya,” katanya.

Selain itu, syarat yang harus dimiliki kelompok nelayan untuk mendapatkan bantuan mesin ketinting tersebut adalah sampannya sudah diberikan penomoran sebagai identitas.

“Jadi ketika ada perahu nelayan hilang dan ditemukan oleh nelayan lainnya, kita bisa melihat nomor atau identitas pada perahu tersebut,” katanya.

Lebih jauh, Sujihartini mengatakan, sebanyak delapan kelompok yang mendapatkan bantuan mesin ketinting itu merupakan 7 kelompok nelayan dari Lingkungan Sintung dan 1 kelompok nelayan dari Tanjung Karang.

Mereka menjadi sasaran pemberian bantuan tahun ini, karena mesin mereka ada yang sudah rusak, hilang dan ada juga yang mesinnya sudah lama sehingga perlu dilakukan peremajaan.

Harapannya, dengan pemberian bantuan mesin tersebut nelayan bisa melaut dengan jarah tempuh maksimal serta mendapat hasil tangkapan maksimal. (Ant)