Disdik Kota Mataram Wanti-wanti Sekolah Jangan Ambil Pungutan Kegiatan

43
Kepala Dinas Pendidikan Kota Mataram H. Lalu Fatwir Uzali. (Inside Lombok/Azmah)

Mataram (Inside Lombok) – Kepala Dinas Pendidikan Kota Mataram, H. Lalu Fatwir Uzali mengingatkan kepala sekolah dan pihak guru agar tidak memungut biaya kegiatan kepada para siswa. Hal ini untuk mengantisipasi adanya pungutan yang menyalahi aturan.

“Setiap tahun saya arahkan, bahwa kalau ada kegiatan sekolah yang menyangkut hubungan dengan kegiatan dengan outing class perpisahan tidak boleh sekolah yang mengorganisir serahkan semua ke paguyuban kelas ke orang tua ke komite atau pihak ketiga yang disetujui oleh orang tua,” kata Kepala Dinas Pendidikan Kota Mataram, H. Lalu Fatwir Uzali.

Ia menerangkan, jika kegiatan siswa di luar sekolah diakomodir langsung oleh siswa atau komite, maka guru tidak repot untuk mengumpulkan orang tua atau para siswa. Selain itu, kegiatan luar sekolah yang membutuhkan biaya juga merupakan bukan ranah sekolah.

“Jadi tidak ada lagi guru repot-repot absen anak, mengumpulkan anak, mengumpulkan orang tua tidak usah. Karena itu ranahnya luar sekolah,” ujarnya.

Selama ini, imbaun untuk tidak melakukan pungutan kepada para siswa menjelang kenaikan kelas tetap disampaikan agar tidak terjadi. Tahun ini, Dinas Pendidikan Kota Mataram baru mendapatkan satu laporan adanya pungutan tersebut. Namun untuk sekolah mana yang melakukan pungutan, Fatwir mengaku belum mengetahui secara pasti.

“Selain itu jangan. Selama saya jadi kadis itu aja yang saya sampaikan. Tahun lalu ada satu juga ya. Sekarang juga ada satu. Tapi sekolah mana saya juga belum ada laporan dari pengawas,” ungkapnya.

Untuk mengantisipasi adanya pungutan dari pihak sekolah, Dinas Pendidikan Kota Mataram mengumpulkan beberapa sekolah. Namun jika ada sekolah yang sudah terlanjur melakukan pungutan, diminta untuk mengembalikannya kembali kepada peserta didik.

“Kita coba-coba kumpulkan beberapa sekolah untuk jangan lagi hal-hal seperti itu. Karena memang mau dikembalikan uang masyarakat kembalikan saja,” tegas Fatwir.

Ke depan, para pengawas diminta untuk lebih maksimal melakukan pengawasan kepada sekolah-sekolah yang menjadi tanggung jawabnya. “Ini pekerjaan pengawas makanya saya menginstruksikan kepada seluruh pengawas pembinaan kepada sekolah-sekolah binaan supaya jangan lagi ada hal seperti itu,” pungkasnya. (azm)