DKP Bantu Pemasaran Hasil Tangkapan Nelayan Mataram Melalui OP

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kota Mataram Hj Baiq Sujihartini. (Foto: Inside Lombok/ANTARA News/Nirkomala)

Mataram (Inside Lombok) – Dinas Kelautan dan Perikanan Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, membantu pemasaran hasil tangkapan nelayan melalui kegiatan operasi pasar (OP) bekerja sama dengan Dinas Perdagangan Kota Mataram yang sedang melaksanakan OP gula pasir di enam kecamatan.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kota Mataram Hj Baiq Sujihartini di Mataram, Rabu, mengatakan, selama 12 hari, pihaknya telah membantu nelayan memasarkan hasil tangkapannya melalui kegiatan OP di enam kecamatan se-Kota Mataram.

“Alhamdulillah, minat masyarakat membeli ikan cukup tinggi sehingga stok yang dibawa nelayan pada setiap kegiatan OP selalu habis terjual,” katanya.

Pada satu titik, nelayan minimal membawa masing-masing 50 kilogram untuk setiap jenis ikan yang dibawa. Ikan yang dibawa antara lain, ikan parean, sulir, baronang hitam, ketambak super atau kakap.

Selain itu ada juga udang, cumi manis, cumi jarum dan kepiting dengan harga yang di bawah harga pasar, sehingga menarik minat masyarakat membeli ikan saat OP cukup tinggi.

Untuk cumi manis hanya Rp63 ribu per kilogram, cumi jarum Rp66 ribu per kilogram, udang Rp65 ribu per kilogram, kepiting Rp50 ribu per kilogram, ikan parean Rp25 ribu per kilogram, ikan sulir Rp37 ribu per kilogram, baronang hitam Rp50 ribu per kilogram, dan kakap Rp60 ribu per kilogram.

“Dengan harga yang relatif murah itulah, hasil tangkapan nelayan yang dilibatkan dalam kegiatan OP dienam kecamatan tersebut selalu habis terjual,” katanya.

Di sisi lain, Sujihartini mengatakan, tingginya minat masyarakat membeli ikan tersebut sekaligus bisa menjadi tolok ukur terhadap tingkat konsumsi ikan di Mataram masih relatif tinggi.

“Karenanya selainĀ  bisa membantu nelayan memasarkan hasil tangkapannya, melalui OP kami bisa mendekatkan pelayanan dan mengajak masyarakat gemar makan ikan, bisa melihat daya beli masyarakat sekaligus mengukur tingkat konsumsi ikan,” ujarnya.

Terkait dengan itu, lanjut Sujihartini, setelah kegiatan OP di enam kecamatan berakhir pada pekan ini, pihaknya berencana menyiapkan kegiatan serupa di depan halaman kantornya di kawasan Sayang-Sayang Lingkar Utara.

“Rencana itu sedang kami siapkan, minimal satu kali seminggu agar menjadi alternatif warga sekitar bahkan para pengusaha lesehan di sekitarnya mendapatkan ikan segar dengan harga di bawah pasar,” katanya. (Ant)