DPRD Mataram Imbau Masyarakat Sukseskan Sensus Penduduk Daring

68
Anggota DPRD Kota Mataram, saat mengikuti sosialisasi sensus penduduk dengan sistem dalam jaringan (daring) atau "online" dilaksanakan Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Mataram. (Inside Lombok/ANTARA/ Nirkomala)

Mataram (Inside Lombok) – Ketua DPRD Kota Mataram H Didi Sumardi mengimbau masyarakat Kota Mataram untuk berpartisipasi dan menyukseskan sensus penduduk dengan sistem dalam jaringan (daring) atau “online” pada 15 Februari-15 Maret 2020.

“Data kependudukan yang valid akan menentukan kemajuan bangsa,” katanya di Mataram Ibu kota Provinsi Nusa Tenggara Barat, Rabu.

Pernyataan tersebut disampaikan Ketua DPRD H Didi Sumardi di sela kegiatan sosialisasi kegiatan sensus penduduk yang dilaksanakan Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Mataram kepada para anggota DPRD Kota Mataram.

Didi mengatakan, pada prinsipnya kalangan DPRD juga menyatakan siap mendukung pelaksanaan sensus penduduk “online” mulai tanggal 15 Februari sampai dengan 15 Maret 2020 atau akan didatangi petugas sensus selama sebulan dimulai 1 Juli 2020.

Sementara Kepala BPS Kota Mataram, Isa, SE, MM, mengatakan, untuk Kota Mataram pencanangan sensus penduduk daring dijadwalkan pada tanggal 17 Februari 2020, diawali oleh Wali Kota Mataram H Ahyar Abduh, Wakil Wali Kota Mataram H Mohan Roliskana kemudian Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Mataram H Effendi Eko Saswito dan pejabat lainnya.

“Meski dicanangkan mulai tanggal 17 di Mataram, masyarakat sudah bisa mulai melakukan sensus ‘online’ tanggal 15 Februari 2020. Kami mengambil tanggal 17, bertepatan hari Senin dimana dilaksankan upacara bendera yang dihadiri jajaran PNS se-Kota Mataram sekaligus kita bisa sosialisasi,” katanya.

Dikatakan, dalam kegiatan sensus penduduk dengan sistem daring akan menggunakan penetapan SLS (satuan lingkungan setempat) terendah yakni melalui RT.

Dimana, saat ini sudah terdata 1.715 SLS yang akan menjadi wilayah kerja sensus 2020, dengan memasukkan data penduduk dari Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) ke wilayah kerja BPS.

Menurutnya, basis data yang digunakan dalam kegiatan sensus penduduk tahun 2020, adalah data Disdukcapil Desember 2019. Dengan demikian, masyarakat yang sudah terakomodasi pada kondisi terakhir diharapkan melakukan “update” (memperbaharui) data melalui sensus “online”.

“Untuk sensus nanti, masyarakat tinggal mengakses link BPS melalui sensus. bps.go.id, kemudian memasukkan nomor induk kependudukan, kartu keluraga (KK) dan membuat pin sendiri. Tidak dikirim pemerintah melalui ponsel seperti yang direncanakan sebelumnya,” katanya.

Dikatakan, untuk memudahkan masyarakat memperbaharui data melalui sensus penduduk “online” ini, kepala keluarga bisa membantu “update” data keluarga lainnya seperti anak atau saudara selama itu masih dalam satu KK.

Sementara untuk masyarakat yang lanjut usia, tidak memiliki android, gagal teknologi, BPS akan menurunkan petugas khusus mulai 1 Juli 2020 untuk melakukan pendataan melalui sistem wawancara seperti tahun sebelumnya.

“Bedanya, tahun 2020, hasil wawacara langsung menggunakan hand phone android sehingga data penduduk bisa terakomodasi langsung,” katanya.

Ia mengatakan, untuk mengetahui penduduk yang akan menjadi sasaran penyisiran karena tidak melakukan sensus penduduk “online”, pada tanggal 31 Maret 2020, BPS akan mencetak semua data yang penduduk yang telah melakukan sensus “online”.

Selanjutnya, data tersebut diserahkan ke semua RT atau SLS untuk mencermati satu-persatu penduduk mereka yang belum melakukan sensus “online”.

“Setelah teridentifikasi, barulah petugas kami akan turun melakukan penyisiran,” katanya.

Untuk menyukseskan program tersebut, Isa berharap semua masyarakat bisa memberikan dukungannya untuk akurasi data penduduk Kota Mataram. Data ini akan menjadi data base pemerintah dalam setiap pelaksanaan program di daerah. (Ant)