Dua Pria Asal Jabar Keliling Bobol Puluhan ATM di Pulau Lombok

251
salah satu terduga pelaku pembobol ATM di Pulau Lombok tengah digiring petugas (Inside Lombok/ist)

Mataram (Inside Lombok) – Tim Operasional (opsnal) Dit Reskrimum Polda NTB berhasil mengamankan dua terduga pelaku pembobol mesin anjungan tunai mandiri (ATM) yang kerap beroperasi di Pulau Lombok. Berdasarkan catatan kepolisian, ada 21 titik ATM yang telah dibobol para pelaku, dengan total nilai uang yang diambil Rp75 juta.

Kedua pelaku diamankan pada 10 Agustus 2022 di Wilayah Jawa Barat. Meski begitu, kepolisian saat ini masih memburu satu orang pelaku yang masih melarikan diri.

Kapolda NTB, Irjen Pol Drs. Djoko Poerwanto mengatakan kasus pembobolan ATM ini berawal dari 7 laporan polisi yang masuk ke POlda NTB terkait pencurian uang di mesin ATM. Laporan itu dibuat oleh beberapa bank yang ada di Lombok Timur, Lombok Tengah dan Kota Mataram.

Atas dasar Laporan tersebut, Dit Reskrimum Polda NTB segera melakukan penyelidikan. Salah satunya dengan bekerja sama dengan Bank NTB Syariah yang merupakan salah satu Bank pemilik ATM yang menjadi korban pencurian.

“Dua tersangka yang diamankan tersebut adalah warga Sumedang, Jawa Barat, yakni AI (29) dan EH (40). Mereka ditangkap di wilayah Jawa Barat, yang mana AI diamankan di Sumedang Jabar, dan EH diamankan di wilayah Bogor Jawa Barat,” ujar Djoko.

Penangkapan dua pelaku ini dilakukan penyelidikan di ATM yang berada di salah satu rumah makan di wilayah Lombok Timur. Kemudian penyidik mempelajari CCTV yang ada, maka diketahui adanya pencurian di mesin ATM tersebut.

“Kalau tadi saya sebutkan ada tiga dugaan pelaku, yang sementara berjalan penyidikannya diamankan atau ditangkap dan sekarang dalam proses penahanan ada dua orang. Satu orang masih dalam proses,” paparnya.

Sementara itu, Dir Reskrimum Polda NTB, Kombes Pol Teddy Rustiawan mengatakan penangkapan kedua tersangka ini atas hasil koordinasi dengan berbagai pihak. Sedangkan barang bukti yang telah diamankan berupa 7 kartu ATM dari berbagai Bank, mesin ATM yang digunakan tersangka, peniti, obeng untuk mengganjal, tongkat penjepit, lampu senter serta pakaian yang dikenakan tersangka saat melakukan pencurian.

“Ada 21 mesin ATM yang tersebar di pulau Lombok dari keterangan tersangka sudah dicuri, dan hasilnya kurang lebih Rp75 juta,” ujarnya. (dpi)