Energi Terbarukan di KEK Mandalika

45
PJU berbasis tenaga surya telah terpasang dan tersebar di sejumlah titik dalam kawasan Mandalika (Inside Lombok/Istimewa)

Lombok Tengah (Inside Lombok) – PT Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC) mendorong pemanfaatan energi terbarukan bagi sejumlah fasilitas di dalam Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika. Hal itu sebagai upaya mewujudkan prinsip pariwisata yang berkelanjutan di seluruh kawasan pariwisata yang dikelola.

Managing Director KEK Mandalika, Bram Subiandoro, Selasa (16/8/2022) menerangkan sejumlah fasilitas yang memanfaatkan energi terbarukan di dalam kawasan. Di antaranya adalah penerangan jalan umum (PJU) dan charging station berbasis tenaga surya hingga pemanfaatan lahan untuk solar farm.

“Selain itu ITDC juga akan meningkatkan operasional kawasan yang ramah lingkungan melalui penggunaan moda transportasi bertenaga listrik, dan penyediaan pengolahan air dan limbah dalam kawasan,” ujarnya.

Saat ini sebanyak 541 unit PJU berbasis tenaga surya telah terpasang dan tersebar di sejumlah titik dalam kawasan Mandalika. Sementara lima unit charging station berbasis solar cell tersebar di pantai Kuta dan Sirkuit Mandalika.

Instalasi PJU dibangun sebagai bagian dari program Mandalika Urban Tourism and Infrastructure Project (MUTIP), sementara fasilitas publik charging station disiapkan melalui kolaborasi antara Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) dan Yayasan Sinar Utama Nusantara (SUN).

“Sebagai informasi, MUTIP adalah program pembangunan infrastruktur pariwisata di Mandalika yang dibiayai sepenuhnya oleh Asian Infrastructure Investment Bank (AIIB). MUTIP merupakan program pembiayaan pertama secara standalone/mandiri yang dilakukan AIIB di Indonesia dan secara global merupakan pembiayaan pertama AIIB bagi kegiatan pembangunan infrastruktur pariwisata,” jelas Bram.

Untuk semakin memaksimalkan sumber penggunaan energi terbarukan berbasis pada tenaga surya dalam jangka panjang, ITDC akan menyediakan lahan seluas 24,9 ha untuk penyediaan solar farm di zona tengah kawasan The Mandalika yang akan dikerjasamakan dengan calon investor.

“Pemanfaatan energi terbarukan akan diterapkan secara bertahap Mandalika. Selain itu, kami juga menggunakan sejumlah fasilitas di dalam kawasan yang lebih ramah lingkungan,” tambah Bram.

Fasilitas ramah lingkungan yang tersedia di Mandalika antara lain moda transportasi berupa 20 unit motor listrik, 4 unit buggy, dan 5 unit segway untuk melakukan aktivitas operasional kawasan dan Sea Water Reverse Osmosis (SWRO) yang berfungsi untuk mengolah air laut menjadi air bersih yang dapat dikonsumsi untuk memenuhi kebutuhan air bersih di dalam kawasan.

Ke depannya, melalui proyek MUTIP, ITDC juga akan meningkatkan operasional kawasan yang lebih ramah lingkungan dengan menyediakan Waste Water Treatment Plant (WWTP) untuk mengolah limbah cair dan Solid Waste Treatment Plant (SWTP) untuk mengolah limbah padat yang ada di dalam kawasan.

“Jumlah jaringan utilitas di dalam kawasan ini pun tidak hanya berhenti saat ini saja, melainkan akan terus bertambah seiring dengan penambahan infrastruktur dasar yang terus berkembang di The Mandalika, dengan harapan kawasan ini semakin dapat memenuhi fasilitas sebagai destinasi pariwisata dengan konsep sustainable tourism berstandar internasional,” tutup Bram. (fhr)