Polisi Ungkap Fakta Hasil Autopsi Korban Pembunuhan di Gunungsari

458
Kasat Reskrim Polresta Mataram, Kompol Kadek Adi Budi Astawa (Inside Lombok/ist)

Mataram (Inside Lombok) – Pihak kepolisian merilis fakta baru terkait kondisi jenazah R (29), guru TK yang ditemukan tewas di dalam kamar mandi salah satu rumah di Gunungsari. Beberapa fakta tersebut berdasarkan hasil autopsi tim forensik di Rumah Sakit Bhayangkara Polda NTB.

Kasat Reskrim Polresta Mataram, Kompol Kadek Adi Budi Astawa menerangkan sesuai hasil autopsi yang diterima dari tim forensik, jenazah R memiliki luka di bagian kepala belakan kiri dan kanan, kemudian mata, dagu, hidung.

Selain itu ada juga luka lebam di bagian paha kiri dan kanan, serta pada kedua tangan korban. Kemudian di bagian mulut terdapat gigi korban bagian kiri bawah patah.

“Ini sesuai dengan hasil penyelidikan dan pemeriksaan kami, serta beberapa pengakuan tersangka. Di mana tersangka sempat memukul bagian mulut korban sebelum diseret ke kamar mandi, dan membentur kepala korban dengan tembok. Ini terlihat dari hasil autopsi yang menemukan luka memar di bagian kepala kiri dan kanan korban,” jelasnya kepada awak media.

Di samping itu ditemukan beberapa tanda bahwa korban sebelumnya sempat memberikan perlawanan pada pelaku. Namun akhirnya tak bisa berkutik setelah tersangka mengikat leher beserta mulut serta kedua tangan korban dengan dua tali dari kain.

“Ini sangat sesuai dari hasil olah TKP bahwa saat itu kami menemukan dua buah tali yang terikat pada tangan dan leher, dengan menutupi mulut dan hidung korban,” jelas Astawa.

Akibat ikatan tersebut korban diduga tidak bisa bernapas serta tidak kuat menahan rasa sakit pada bagian kepala, mulut, mata dan hidung, hingga pada akhirnya korban meninggal dunia.

“Kami sedang melengkapi hasil pemeriksaan serta hasil autopsi, semoga dalam waktu dekat semuanya bisa rampung,” jelas Astawa.

Terkait klaim pelaku bahwa ia membunuh korban setelah dimintai menikah oleh korban yang sedang hamil, Astawa juga mengungkapkan berdasarkan hasil autopsi memang ditemukan penebalan pada dinding rahim R, yang mengindikasikan hamil 1-2 minggu.

Hasil autopsi ini pun telah dikomunikasikan dengan pihak keluarga. Berdasarkan hasil pemeriksaan pengakuan tersangka, cocok dengan hasil autopsi tim forensik terhadap korban. “Semua hasil otopsi yang kami dapatkan berkesesuaian dengan hasil pemeriksaan dan keterangan tersangka yang saat sudah berhasil diamankan,” tutup Astawa. (r)