26.5 C
Mataram
Minggu, 14 April 2024
BerandaBerita UtamaHilirisasi Rumput Laut di Lotim Resmi Dimulai

Hilirisasi Rumput Laut di Lotim Resmi Dimulai

Lombok Timur (Inside Lombok) – Hilirisasi rumput laut di Kabupaten Lombok Timur (Lotim), tepatnya di Teluk Ekas, Kecamatan Jerowaru resmi dimulai. Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi RI, Luhut Binsar Pandjaitan pun telah menandatangani prasasti yang menandakan dimulainya proses hilirisasi salah satu produk prioritas dareah itu.

Showcase pilot project rumput laut skala besar terintegrasi hulu-hilir di Teluk Ekas merupakan yang pertama di Indonesia. Di mana maksud hulu-hilir pada program tersebut yakni pengolahan rumput laut yang dimulai dari pembibitan sampai menjadi sebuah produk.

Presiden Indonesia yang tidak dapat hadir dalam kegiatan tersebut diwakili oleh tiga kementerian sekaligus, yakni Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Kementerian Perindustrian, dan Kementerian Kelautan dan Perikanan.

Dalam sambutannya, Luhut mengatakan hilirisasi rumput laut tersebut masuk dalam program strategis nasional. Nantinya bersama tiga kementerian akan melaporkan progres ke presiden pada rapat kabinet.

- Advertisement -

“Kita punya laut lebih dari 13 juta hektare, jadi kita mimpi kalau bisa kita ambil 10 persen atau sekitar 1,5 juta hektare untuk kita bagi zoning dan minta kepada deputi saya untuk membuat peta satelit,” ucap Luhut pada peresmian Showcase Pilot Project di Teluk Ekas, Kamis (29/02/2024).

Dikatakan, dalam hilirisasi rumput laut tersebut banyak menyerap tenaga kerja yang dapat berdampak pada kesejahteraan masyarakat. Bahkan Luhut membocorkan nantinya akan ada kucuran dana senilai 100 juta dolar amerika untuk memberikan kredit bagi para petani rumput laut. “Nantinya hilirisasi rumput laut dapat mengcover (mengakomodir) petani di Indonesia, tidak hanya di Lombok Timur,” tuturnya.

Demi memaksimalkan potensi hilirisasi, Luhut akan meminta Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) untuk mengawal proyek strategis nasional itu dengan mengkaji apakah rumput laut dapat dipanen lebih awal dari rentang waktu biasanya. “Kita akan minta BRIN meriset apakah dari waktu panen 40 hari bisa turun ke 35 hari,” ungkapnya. (den)

- Advertisement -

Berita Populer