Ini Jumlah Kunjungan Wisatawan ke UGG Rinjani

Mataram (Inside Lombok) – Unesco Global Geopark (UGG) Rinjani semakin diminati wisatawan pecinta minat khusus. Tidak heran jika angka kunjungan terus meningkat.

Hingga Kamis (5/7) kunjungan wisatawan ke Rinjani melalui pintu Sembalun sebanyak 28.473 orang. Dengan rincian 12.526 merupakan wisatawan asing dan 15.947 merupakan wisatawan domestik. Sementara yang berkunjung melalui pintu senaru sebanyak  2.028 orang. Dengan rincian 1.258 orang wisatawan asing dan 770 wisatawan domestik. Sehingga total kunjungan hingga saat ini mencapai 30.501wisatawan.

“Hari-hari biasa itu kunjungan antara 300-500 orang perhari. Apalagi setelah lebaran sampai saat ini kunjungan wisatawan meningkat hingga empat kali lipat perharinya,” kata Kepala Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) Sudiyono, di Mataram, Kamis (5/7).

Ia mengatakan setiap tahunnya angka kunjungan wisatawan terus bertambah di Rinjani. Baik wisatawan mancanegara maupun domestik. Apalagi saat ini juga semakin banyak pendaki atau wisatawan lokal yang berkunjung.

“Ada dua pintu masuk lainnya juga yang sudah resmi dibuka, ada yang dari Aik Berik dan dari  Timba Nuh,” ujarnya.

Semakin banyak yang berkunjung maka semakin besar potensi penumpukan sampah. Ia melihat persoalan ini memang perlu dicarikan solusi. Selain menyiagakan satgas sampah di Rinjani, pihaknya juga menyediakan bank sampah dan sertifikat khusus bagi pendaki yang berhasil mengumpulkan sampah pada batas maksimal perorangan.

“Kita siapkan sertifikat khusus dari Geopark Rinjani kepada pendaki yang tercatat mampu membawa turun sampah sekian kilogram misalnya. Kita juga rutin lakukan clean up untuk atasi persoalan sampah ini,” ujarnya.

Banyaknya pendaki ini tentu saja membuat pihaknya harus bekerja ekstra dalam penanganan sampah. Oleh sebab itu, mulai Agustus mendatang pihaknya akan memberlakukan e-ticketing. Sehingga terdapat batas atau kuota pendakian yang menyebabkan jumlah pendaki berada pada batas maksimal kunjungan.

“Kita batasi hingga 300 pendaki saja dalam satu hari. Jadi dalam pendaftaran secara online itu dapat terlihat berapa kuota yang masih tersedia. Kalau sudah mencapai 300, dia tidak bisa mendaki pada hari itu,” ujarnya. (IL1)