Inspektorat Lobar Minta OPD Setiap Hari ‘Tongkrongin’ Progres Proyek

Inspektur, Inspektorat Lobar, H. Ilham, beberapa waktu lalu. (Inside Lombok/Yudina Nujumul Qur'ani).

Lombok Barat (Inside Lombok) – Inspektorat minta OPD terkait yang memiliki proyek pembangunan untuk dapat melakukan monitoring lebih intens setiap hari. Untuk dapat memastikan target pengerjaan proyek sesuai dengan rencana percepatan yang telah dibuat rekanan. Mengingat beberapa proyek yang deadlinenya kurang lebih hanya tersisa dua pekan lagi.

“Yang jelas kita juga turun monitoring terus, kemarin hari Jum’at, teman-teman sudah kami turunkan” kata Inspektur, Inspektorat Lobar, H. Ilham, saat dikonfirmasi, Senin (07/12/2020).

Hal tersebut, untuk memantau kesesuaian percepatan yang dilakukan rekanan dengan rencana yang telah dibuatnya sendiri. Kendati di lapangan sudah memperlihatkan adanya progres, kata dia, tetapi itu tidak serta merta bisa langsung meyakinkan bahwa proyek tersebut dapat selesai sesuai target.

“Seperti penataan di kawasan Senggigi, termasuk juga di Puskesmas, itu kita belum bisa mendapatkan keyakinan yang memadai bahwa sesuai kontrak, itu akan selesai” ungkapnya.

Karena kembali lagi, hal itu, lanjutnya, tergantung dari strategi dan pola percepatan yang akan dilakukan oleh pihak rekanan selama sisa waktu yang ada.

“Oleh karena itu sebenarnya kan dari teman-teman (OPD) yang menjadi pemilik proyek, harus tongkrongin, harus plototin dia (progres proyek) di saat-saat kritis seperti sekarang” tegas Inspektur, Inspektorat Lobar ini.

Pihaknya berharap ada langkah-langkah penyelesaian yang efektif. Walaupun ada proyek yang target kontraknya harusnya berakhir pada tanggal 15 Desember mendatang. Tetapi, bagaimana selanjutnya jika ternyata melebihi kontrak, maka, lanjut Ilham, kebijakannya ada di OPD masing-masing.

“Apakah mungkin akan memberikan tambahan waktu dengan mekanisme denda dan sebagainya, itu kan keputusannya ada di masing-masing OPD” beber Ilham.

Sehingga ia pun meminta kepada setiap OPD terkait yang memiliki proyek tersebut untuk terus monitoring ‘tongkrongin’ setiap hari bagaimana progres proyek tersebut. Supaya masing-masing OPD memiliki keyakinan bahwa proyek mereka dapat selesai sesuai target kontrak yang telah disepakati.

“Di beberapa titik kalau dilihat memang agak berat mungkin bisa selesai dalam waktu dua minggu ini. Itu makanya harus ada langkah-langkah di internal OPD masing-masing” tandasnya.

Karena percepatan penyelesaian proyek sesuai target kontrak, tentu tidak bisa mengabaikan sisi kualitas yang juga harus maksimal.

“Jadi percepatan itu tidak boleh mengorbankan kualitas, jadi kualitas itu kan harus di depan” tegas Ilham.

Namun, bagaimana penilaian terkait kualitas, kata Ilham penilaian secara detailnya ada di masing-masing OPD. Karena mereka yang intens melalukan penilaian itu bersama dengan para konsultan pengawas di masing-masing proyek.

“Kan mereka lebih tahu titik-titik di mana yang menjadi konsen perhatian terkait dengan itu” ketusnya.