Jalan Dipenuhi Lumpur, Warga Ancam Tutup Proyek Pengerukan Sedimentasi Bendungan Batujai

99
IMG 20211025 WA0022
Kondisi jalan raya yang sebelumnya aspal kini dipenuhi lumpur diduga akibat lumpur dari proyek pengerukan sedimentasi bendungan Batujai, Senin (25/10/2021). (Inside Lombok/Ida Rosanti)

Lombok Tengah (Inside Lombok) –
Warga Kelurahan Prapen, Kecamatan Praya, Kabupaten Lombok Tengah (Loteng) mengeluhkan jalan rusak dan berlumpur akibat pengerukan sedimentasi Bendungan Batujai yang sedang berlangsung.

“Saya setiap hari melewati jalan yang sudah tertutup tanah akibat pengerukan itu,” ujar Johardi, salah seorang warga Dusun Tiwu Lekong, Kelurahan Prapen, Senin (25/10).

Dia menilai kontraktor yang menangani pengerukan sedimentasi bendungan tersebut tidak bertanggung jawab atas kebersihan dan keamanan jalan kelurahan sepanjang 1,5 kilometer. Kondisi jalan yang rusak mengakibatkan warga mengalami kesulitan saat hendak melewati jalan itu.

Padahal jalan tersebut menjadi salah satu akses warga menuju baypass di depan SMA 4 Praya dan juga ke Kantor Lurah Prapen. “Apalagi kalau turun hujan, jalan itu licin dan becek karena dipenuhi lumpur. Sehingga sering ada pengendara yang jatuh. Termasuk anak-anak sekolah yang lewat,” ungkap Johardi.

Hal senada disampaikan warga lainnya, Muhammad Hairi yang menyebut banyak warga mengeluhkan jalan rusak akibat proyek pengerukan sedimentasi Bendungan Batujai. Pasalnya, sebelum dilakukan pengerukan keadaan jalan dalam kondisi bagus dan bisa dilalui dengan aman dan nyaman oleh warga yang melintas.

“Makanya kami minta kontraktor segera membersihkan lumpur bekas pengerukan itu. Kalau tidak kami akan tutup proyek pengerukan itu,” tegasnya. Kondisi jalan yang rusak dinilai merugikan warga. “Di musim kemarau kita rasakan debu, sementara di musim hujan sangat licin,” sambungya.

Terpisah, perwakilan kontraktor pengerukan sedimentasi Bendungan Batujai, Sumayadi menjanjikan pihaknya akan melakukan pembersihan lumpur pada jalan yang dikeluhkan warga. Namun, untuk sementara pembersihan akan dilakukan dengan cara manual sembari menunggu alat berat, baik grader dan lain-lain yang dibutuhkan.

“Sehingga pembersihan bisa lebih maksimal,” ujarnya singkat.