Jelang Perayaan Lebaran Topat, SAR Mataram Ingatkan Masyarakat Untuk Tetap Hati-Hati

Kepala Kantor SAR Mataram, I Nyoman Sidakarya (Inside Lombok/Bayu Pratama)

Mataram (Inside Lombok) – Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Mataram siap mengamankan perayaan Lebaran Topat yang jatuh pada Rabu (12/06/2019) besok memfokuskan pengamanan di daerah pesisir. Hal tersebut dianggap perlu mengingat masyarakat yang mengunjungi pesisir daerah barat pulau Lombok biasanya membeludak pada perayaan Lebaran Topat.

Kepala Kantor SAR Mataram, I Nyoman Sidakarya, menerangkan bahwa pihaknya akan mengerahkan 61 orang anggota khususnya di Lombok, termasuk juga mengerahkan alat udara, ring buoy, river boat, jetski, serta kapan milik Kantor SAR Mataram.

“61 orang yang kita kerahkan, karena masih ada rangkaian siaga khusus lebaran (juga) di masing-masing pos pengamanan sampai tanggal 13,” ujar Sidakarya, Selasa (11/06/2019) saat ditemui di Kantor SAR Mataram.

Selain itu, Sidakarya menerangkan bahwa ada beberapa titik yang menjadi fokus pengamanan Tim SAR nanti, yaitu di beberapa pesisir sepanjang wilayah Senggigi, Loang Baloq, sampai dengan Kerandangan. Pengamanan tersebut dilakukan berkaca dari pengalaman tahun-tahun sebelumya dimana masih banyak masyarakat yang belum meperhatikan keamanan pribadi saat berenang di laut.

“Kita siaga dari pagi sampai malam hari. Sampai selesainya wisatawan atau masyarakat yang merayakan Lebaran Topat,” ujar Sidakarya menambahkan.

Sidakarya sendiri mengimbau kepada masyarakat agar mau belajar dari kasus-kasus yang terjadi pada tahun sebelumnya, dimana banyak wisatawan yang datang dari luar Kota Mataram merayakan Lebaran Topat di pesisir barat dan bermain-main di pantai ataupun berenang ke laut tanpa memperhatikan kedalaman dan sifat gelombang. Selain itu, Sidakarya juga meminta agar warga yang ingin pergi berlibur agar juga memperhatikan perubahan cuaca.

“Mudah-mudahan besok tidak ada cuaca ekstrim,” pungkas Sidakarya.

Perayaan Lebaran Topat sendiri merupakan tradisi masyarakat, khususnya di Lombok, selepas melaksanakan puasa Syawal yang diadakan seminggu setelah Hari Raya Idul Fitri. Pada perayaan tersebut, orang-orang biasanya berbondong-bondong melakukan ziarah kubur, dimana beberapa diantaranya terletak di bagian barat pulau Lombok dan tepat di pesisir, yaitu Makam Loang Baloq dan Makam Batu Layar.