Kampanye di Lombok, Prabowo Jamin Harga Turun pada 100 Hari Menjabat

Capres Nomor Urut 02 Pilpres 2019, Prabowo Subianto, menyampaikan orasi dalam kegiatan kampanyenya di Lapangan Karang Pule, Selasa (26/03/2019) (Inside Lombok/Bayu Pratama)

Mataram (Inside Lombok) – Calon Presiden (Capres) Pemilihan Umum (Pemilu) 2019, Prabowo Subianto mengadakan kampanye di Lapangan Karang Pule, Kelurahan Karang Pule, Kecamatan Sekarbela, Mataram. Dalam kampanye tersebut, Prabowo menyampaikan visi dan misinya seandainya ia terpilih menjadi Presiden Indonesia dalam Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019.

Salah satu hal yang ditekankan oleh Prabowo dalam penyampaian misinya adalah menurunkan harga kebutuhan pokok dalam 100 hari kerja. Hal tersebut disebut Prabowo sangat memungkinkan untuk dilakukan.

“Saya sudah tanyakan kepada pakar-pakar saya, apa harga listrik bisa turun? Bisa. Apa harga daging bisa turun? Hitung-hitung, Bisa!” ujar Prabowo saat menyampaikan orasinya, Selasa (26/03/2019)

Menurut Prabowo hal yang perlu diperhatikan adalah pengelolaan dana yang dimiliki negara yang belum tepat sasaran. Sehingga jika dilakukan penghitungan ulang dan mengalokasikan dana tersebut untuk kebutuhan masyarakat, maka penurunan harga kebutuhan pokok dapat dengan mudah diwujudkan.

“Saya akan menutup semua kebocoran itu (dana pemerintah yang tidak tepat sasaran, red). Dan uang itu akan saya buat untuk sejahterakan rakyat Indonesia,” ujar Prabowo.

Selain menurunkan harga, Prabowo juga menekankan jika terpilih nanti akan menindak tegas pelaku korupsi. Salah satu yang akan dilakukan untuk menutup celah tindak korupsi adalah menaikkan gaji Aparat Sipil Negara (ASN).

“Yang pertama akan kita naikkan itu gaji Hakim, berlipat-lipat. Karena mereka itu tidak boleh disogok,” ujar Prabowo.

Beberapa kader Partai Keadilan Sejahtera (PKS) menyambut kedatangan Prabowo Subianto di Lombok. (Inside Lombok/Bayu Pratama)

Menurut Prabowo jika dalam pemerintahannya nanti masih ada oknum-oknum yang kedapatan melakukan korupsi, maka oknum-oknum tersebut memang berwatak jahat dan pengkhianat negara.

Hadir dalam kampanye tersebut masyarakat umum, massa dari beberapa partai politik seperti PAN, PKS, FPI, dan kelompok pemenangan Prabowo-Sandi. Selain melakukan kampanye sendiri, Prabowo dijadwalkan mengunjungi beberapa tokoh masyarakat di beberapa tempat di NTB.