Kantor Wali Kota Mataram Lengang Pasca Penetapan Darurat Corona

Kantor Wali Kota Mataram terlihat lengang, setelah Gubernur Nusa Tenggara Barat Dr H Zulkieflimansyah menetapkan darurat corona untuk daerah itu. (Foto: Inside Lombok/ANTARA News/Nirkomala)

Mataram (Inside Lombok) – Aktivitas di Kantor Wali Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, terlihat lengang setelah Gubernur Nusa Tenggara Barat Dr H Zulkieflimansyah menetapkan darurat corona di daerah ini.

Pantuan ANTARA di lapangan, Senin, menyebutkan, setelah diadakannya kegiatan apel pagi yang dipimpin langsung oleh Wali Kota Mataram H Ahyar Abduh sekaligus penyampaian tentang kebijakan pemerintah menghadapi virus corona, para aparatur sipil negara (ASN), langsung membubarkan diri, kembali ke kantor dan masuk ke ruangan masing-masing sehingga tidak terlihat lagi aktivitas ASN.

Bahkan lobi kantor wali kota yang biasanya ramai diduduki para tamu, dan ASN yang memiliki berbagai keperluan serta kegiatan di ruang rapat terlihat kosong hingga siangnya.

Wali Kota Mataram Ahyar Abduh saat memimpin apel juga telah mengeluarkan kebijakan, meniadakan kegiatan apel selama dua pekan ke depan sebagai upaya memutus mata rantai penyebaran virus corona.

Selain itu, wali kota juga mengingatkan disetiap kantor untuk disiapkan alat pembersih tangan (hand sanitizer), alat pengukur suhu tubuh sebagai upaya pencegahan.

“Kepada seluruh jajaran ASN untuk tidak panik namun tetap waspada terkait penyebaran virus Corona (Covid-19),” katanya mengimbau.

Sementara Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Seda Kota Mataram Lalu Martawang mengatakan, selama status darurat corona masih berlangsung, sebaiknya membatasi kontak langsung atau berinteraksi dengan orang banyak.

“Bukan karena sombong atau apa, tetapi ini juga untuk kebaikan kita bersama. Kita tidak tahu kalau kita sendiri yang terindikasi corona, dan kita tidak ingin menularkan ke orang lain. Jadi lebih baik kita mengisolasi diri dulu,” katanya.

Menurutnya, keberhasilan dalam mengeliminasi penyebaran virus corona adalah kekompakan bersama karenanya semua masyarakat harus sama-sama berada pada satu gerakan bersama.

“Kewaspadaan tidak boleh inividual, tapi semua pihak. Semua kita punya peran, bagaimana memutus penyebaran covid 19 ini,” katanya. (Ant)