Kekerasan Seksual di Loteng Masih Ada

43
Ilustrasi kekerasan seksual anak (Inside Lombok/Sumber: Pixabay/Alexas_fotos)

Lombok Tengah (Inside Lombok) – Kasus pelecehan seksual terhadap perempuan dan anak di bawah umur yang terjadi di Lombok Tengah (Loteng) masih terus terjadi. Melihat kondisi itu, Dinas Pemberdayan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) siapkan langkah untuk memutus mata rantai kejahatan yang telah merenggut masa depan korban tersebut.

Kepala DP3AKB Loteng, Baiq Sri Hastuti Handayani menyatakan kasus pelecehan seksual di Loteng telah menjadi atensi pihaknya dan telah melakukan upaya penanganan terkait kasus tersebut, pihaknya telah melakukan koordinasi dengan forum anak dan sudah disampaikan.

“Sementara kita sudah ada laporan dan sudah melakukan pendampingan. Akan tetapi sejauh ini data lengkapnya ada di BPS secara keseluruhan,” katanya belum lama ini.

Dikatakan Sri Hastuti, sementara untuk angka kasus kekerasan terhadap seksual anak tidak disebutkan karena tidak ada target tinggi atau rendahnya. “Tidak ada angka tertinggi, tidak ada angka normal dan terendah karena memang tidak ada target, tetapi kalau kasus kekerasan terhadap seksual anak ada,” ujarnya.

Saat ini pihaknya tengah berusaha menangani dengan berusaha mengembalikan psikologis terhadap kasus anak yang sudah ada dan dalam penanganan pihaknya.

“Kita berusaha kembalikan psikologisnya, mungkin ada traumatik, akan tetapi kalau penegakan hukumnya ada di APH, tapi kalau kami bertugas kembalikan psikis dari anak-anak itu” tutupnya.

Akan tetap Dia mengingatkan dalam mengantisipasi terjadinya kekerasan terhadap seksual anak dan lain-lain tidak hanya menjadi tugas DP3AKB namun menjadi tanggung jawab bersama masyarakat. (fhr)