Kemenag: Jumat, Jemaah Calon Haji Bergerak ke Arafah

Wali Kota Mataram H Ahyar Abduh menyalami salah satu calon haji saat proses pelepasan jamaah calon haji asal Kota Mataram musim haji 2019/1440 Hijriah, Embarkasi Lombok. (Inside Lombok/ANTARA/Humas)

Mataram (Inside Lombok) – Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Mataram H Burhanul Islam mengatakan, jamaah calon haji asal Kota Mataram musim haji 2019/1440 Hijriah, dijadwalkan mulai berangkat ke Arafah untuk melaksanakan wukuf pada Jumat (9/8).

“Informasi itu baru kami dapat dari para petugas haji di Tanah Suci Mekkah yang saat ini mendampingi para jamaah,” katanya kepada sejumlah wartawan di Mataram, Rabu.

Ia mengatakan, para petugas haji juga menyampaikan bahwa sebanyak 757 orang calon haji Mataram, saat ini dalam kondisi sehat walafiat sehingga Insya Allah semua jamaah bisa bergerak ke Arafah bersama-sama termasuk jamaah yang risiko tinggi dan lanjut usia.

Meskipun tetap harus didampingi, jamaah calon haji yang masuk kategori risiko tinggi dan lanjut usia, semuanya dinyatakan mampu untuk melaksankan wukuf di padang Arafah.

Pasalnya, sejumlah jemaah yang sebelumnya sempat dirawat klinik haji sudah kembali ke rombongan masing-masing kelompok terbang (kloter), dan tidak ada yang dirujuk ke Rumah Sakit Arab Saudi.

“Karena itu, Alhamdulillah sampai saat ini tidak ada rencana jamaah Mataram yang akan disafari wukufkan menggunakan ambulans. Insya Allah semua akan melaksankan wukuf secara langsung termasuk jamaah yang menggunakan kursi roda,” katanya.

Menyinggung tentang proses pemulangan, Burhanul mengatakan, berdasarkan hasil rapat sementara, estimasi pemulangan jamaah haji asal Kota Mataram untuk kloter 3 dijadwalkan pada tanggal 20 Agustus 2019.

Dalam proses pemulangan ini, katanya, perlu diketahui oleh para keluarga jamaah adalah polanya dilakukan serah terima di Asrama Haji Jalan Lingkar Selatan kepada Pemerintah Kota Mataram. Setelah itu, barulah keluarga boleh menjemput jamaah di asrama haji.

“Satu jamaah hanya boleh dijemput satu orang dan satu kendaraan yang boleh masuk menempati areal parkir yang sudah disiapkan,” katanya.

Untuk menghindari jumlah penjemput yang berlebih, masing-masing penjemput akan mendapatkan dua stiker yang menjadi identitas penjemput.

“Satu stiker dibawa oleh penjemput dan satu stiker lagi ditempel pada kendaraan penjemput. Dengan demikian, kita harapkan proses penjemputan jamaah bisa berjalan aman, tertib dan lancar,” katanya menambahkan. (Ant)