KKP Akan Tanam Mangrove Seluas 56 Hektare di NTB, Bibitnya Diambil dari Lobar

Lombok Barat (Inside Lombok) – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) berencana untuk menanam mangrove seluas 56 hektare di wilayah NTB. Menteri KKP, Sakti Wahyu Trenggono, menyebut untuk memenuhi kebutuhan bibit mangrove dalam rencana penanaman itu, pihak KKP akan membelinya dari pusat pembibitan mangrove yang ada di Dusun Bagek Kembar, Desa Cendi Manik, Sekotong.

Kunjungan Menteri KKP ke pusat pembibitan Mangrove itu pun merupakan tindak lanjut dari hearing yang sempat dilakukan oleh Bupati Lobar, beberapa waktu lalu saat ada agenda di Jakarta. Ia menyebut, kunjungan pertamanya itu sebagai tanda keseriusan dirinya dalam memgembangbiakkan tanaman yang memiliki fungsi utama untuk menahan abrasi di daerah pesisir pantai itu.

“Sebelum puasa, kita programkan untuk menanam magrove di wilayah NTB, bibitnya nanti kita suplai dari sini (pusat pembibitan Bagek Kembar)” ucapnya kepada awak media, Rabu (24/03/2021).

Gubernur NTB Zulkieflimansyah yang turut hadir mendampingi Menteri KKP mendukung penuh rencana pengembangan mangrove di wilayah NTB tersebut. Terlebih bibitnya juga akan diambil dari Lombok Barat.

Senada dengan itu, Bupati Lobar, H. Fauzan Khalid, dari tempat yang sama menyebutkan bahwa salah satu alasan pihak kementerian memilih Lombok Barat sebagai salah satu dari tujuh lokasi yang ada di Indonesia untuk pengembangan mangrove, lantaran pihaknya juga tetap intens memantau program pengembangan mangrove di kawasan Barat Lombok Barat. Sehingga perkembangan pembibitan magrove di kawasannya itu dapat terlihat kualitasnya.

“Kita sudah integrasikan program pengembangan mangrove ini dari awal. Bentuk komitmen kita, salah satunya infrastruktur pendukungnya itu dari kita” beber bupati Lobar ini.

Sesuai dengan apa yang disebutkan oleh Menteri KKP dalam kesempatan itu, lanjut Fauzan, bahwa setelah bibit mangrove tersebut berusia 15 tahun, nantinya akan ada insentif yang diterima dari PBB sebesar lima dollar yang dikalikan dengan 53 hektare pertahunnya.

“Tapi insentif itu diberikan untuk pengembangannya bukan insentif yang akan diberikan untuk perorangan” jelas dia.

Agus Alwi, Ketua Pokdarwis Bagek Kembar, menurutkan bahwa di lokasi pengembangan mangrove yang dikelolanya itu terdapat sekitar 500.000 bibit. Yang rencananya akan dibeli oleh KKP untuk mensuplai kebutuhan bibit mangrove yang akan dikembangkan di 57 hektare yang akan tersebar di beberapa wilayah di NTB.

“Kalau harga jual per-pohonnya itu nanti kita akan sesuaikan dengan standar harga yang dari kementerian” ujar Alwi.

Di mana untuk pembibitan ratusan ribu mangrove yang dikembangkan di kawasan itu, ia pun menggandeng masyarakat sekitar untuk turut terlibat. Karena setelah pembibitan yang awal habis diserap dan disalurkan oleh pihak kementerian. Pihaknya berencana untuk kembali melakukan pembibitan 500.000 mangrove lagi.

“Untuk pembibitan mangrove di sini, kami memberdayakan 160 warga sekitar” pungkas Ketua Pokdarwis Bagek Kembar ini.