Lombok Utara Bangun Jalan Kabupaten Senilai Rp27,7 Miliar

146
Seorang pengendara sepeda motor melintas di depan jalan lingkar yang belum diaspal di Kecamatan Gangga, Kabupaten Lombok Utara, NTB, Rabu (5/2/2020). (Inside Lombok/ANTARA/Awaludin)

Mataram (Inside Lombok) – Pemerintah Kabupaten Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat, menyiapkan anggaran sebesar Rp27,7 miliar untuk membangun jalan kabupaten yang tersebar di beberapa desa dalam rangka memperlancar aktivitas perekonomian masyarakat.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Lombok Utara, Kahar Rizal, di Lombok Utara, Rabu menyebutkan, anggaran puluhan miliar Rupiah tersebut terdiri atas dana alokasi khusus (DAK) afirmasi senilai Rp8,8 miliar, DAK reguler Rp14 miliar, dan APBD murni Rp4,9 miliar.

“DAK afirmasi untuk membangun enam ruas jalan dan DAK reguler tiga ruas jalan. Sedangkan dari dana APBD murni dua ruas jalan,” katanya.

Ia mengatakan pembangunan jalan menggunakan DAK afirmasi tersebar di enam titik, yakni ruas jalan dari Murpubuhan-Tanak Sanggar, Kecamatan Tanjung sepanjang 1 kilometer. Selain itu, rua jalan dari Rempek-Getak Demung, Kecamatan Gangga, sepanjang 730 meter.

Pembangunan jalan juga dilakukan di ruas jalan dari Oman Telaga Kopong-Sebangun, Kecamatan Gangga sepanjang 2,7 kilometer. Dan ruas jalan dari Lembah Berora-Tangga, Kecamatan Kayangan sepanjang 1,6 kilometer.

Kahar menambahkan jalan sepanjang satu kilometer juga dibangun di ruas jalan Sangian-Lekok Beru, Kecamatan Kayangan, sepanjang 1 kilometer, dan ruas jalan Semokan-Semokan Ruak, Kecamatan Bayan, sepanjang 1,5 kilometer.

“Jenis pengaspalan jalan yang digunakan adalah lapen karena jalan yang dibangun menggunakan DAK afirmasi adalah jalan desa strategis,” ujarnya.

Untuk tiga ruas jalan yang dibangun menggunakan DAK reguler tersebar di Tanjung-Leong, Kecamatan Tanjung, sepanjang 3 kilometer, ruas jalan Lengkukun-Dangiang-Melepah, Kecamatan Kayangan, sepanjang satu kilometer lebih, dan ruas jalan Bayan-Teres Genit, Kecamatan Bayan, sepanjang satu kilometer.

“Jenis pengerasan jalan yang dibangun menggunakan DAK reguler adalah aspal hotmix atau aspal beton,” ucap Kahar.

Sementara jalan yang dibangun menggunakan dana APBD murni senilai Rp4,9 miliar tersebar di dua lokasi, yakni dari ruas jalan Loloan-Torean, Kecamatan Bayan, sepanjang 1 kilometer, dan ruas jalan Getak Demung-Monggal-Paok Rempek, Kecamatan Gangga, sepanjang 1 kilometer.

Ada juga peningkatan kemantapan jalan di Desa Lading-Lading, Kecamatan Tanjung, sepanjang 100 meter.

Kahar menambahkan akan membangun jembatan penghubung dari Malimbu-Bentek, Kecamatan Pemenang, menggunakan dana APBD senilai Rp600 juta.

Seluruh proyek pembangunan jalan dan jembatan tersebut masih dalam proses persiapan tender. Namun diperkirakan pada awal Maret 2020 sudah bisa tanda tangan kontrak pembangunan.

“Kalau diambil rata-rata satu paket proyek jalan berlangsung selama lima bulan, maka perkiraan kami, pembangunan sudah rampung pada bulan Juli-Agustus 2020,” katanya.

Menurut dia, jika seluruh proyek pembangunan dan pemantapan jalan yang dikerjakan pada 2020 selesai, maka akan menambah persentase kemantapan jalan kabupaten di Lombok Utara.

Saat ini, persentase kemantapan jalan kabupaten sudah mencapai 75,58 persen atau sepanjang 302,56 kilometer dari total panjang jalan kabupaten mencapai 400,07 kilometer.

Capaian kemantapan jalan tersebut sudah melampaui target yang ditetapkan dalam Rancangan Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Lombok Utara hingga 2021 sebesar 75 persen dari total panjang jalan kabupaten.

“Kalau ditambah dengan capaian pembangunan jalan kabupaten pada 2020, maka kemantapan jalan bisa mencapai angka 80 persen lebih. Artinya kita sudah melampaui target RPJMD sebelum 2021,” ujar Kahar. (Ant)