Mataram Lakukan Update Batas Wilayah Terkait Indikasi Penyusutan

Mataram (Inside Lombok) – Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Kota Mataram Lalu Martawang telah meminta aparat kecamatan, kelurahan dan lingkungan melakukan update batas wilayah masing-masing terkait indikasi adanya penyusutan luas wilayah.

“Update batas wilayah ini kami instruksikan untuk wilayah yang pada posisi sudah pasti, sementara yang belum pasti antara Lombok Barat dan Kota Mataram kita selesaikan antarwilayah,” katanya di Mataram, Nusa Tenggara Barat, Senin.

Hal tersebut disampaikannya sebagai tindaklanjut dari adanya indikasi berkurangnya luas wilayah Kota Mataram setelah dilakukan perubahan rencana tata ruang wilayah yang menetapkan luas wilayah Kota Mataram 60,90 kilometer persegi, sementara luas wilayah Kota Mataram yang selama ini terekspose 61,30 klometer persegi.

Oleh untuk itu, karena masalah ini menjadi masalah antarwilayah, maka harus diselesaikan dengan daerah yang besebelahan dalam hal ini Kabupaten Lombok Barat dan pemerintah yang ada di atasnya dalam hal ini Pemerintah Provinsi NTB.

Tapi pada prinsipnya, lanjut Martawang, Lombok Barat dan Kota Mataram berada pada ranah ide yang sama untuk memastikan hal itu.

“Secara lisan, kita juga sudah berkoordinasi dengan pemerintah provinsi,” katanya.

Terhadap pengurangan lahan wilayah Kota Mataram tersebut, Martawang tidak ingin mengatakan bahwa itu akibat kurang akuratnya pengukuran yang dilakukan di awal, karena proses penghitungan yang dilakukan dulu semua manual dan konvensional sementara teknologi saat ini sudah canggih, sehingga bisa dilakukan dengan cepat dan mudah.

“Kalau saya berada pada ranah memberikan kesempatan dan waktu untuk bersama-sama berkoordinasi dengan Lombok Barat, Kota Mataram dan provinsi. Ini menjadi pekerjaan rumah (PR) untuk memberikan kepastian bagi warga kita,” katanya.

Perlu diingat, katanya menambahkan, dalam hal ini bukan posisi pada perebutan lahan, tetapi harus memastikan. Apalagi, baik Kabupaten Lombok Barat, Mataram maupun provinsi sudah “welcome”, tinggal menunggu waktu yang tepat.

“Inisiatif untuk membahas masalah ini dengan duduk bersama sudah kami koordinasikan, tinggal menunggu waktu yang tepat bertemu pada satu meja membahas hal tersebut,” katanya. (Ant)