Mataram Segera Datangkan 100 Ton Daging Ayam Beku

Kepala Dinas Pertanian Kota Mataram H Mutawalli. (Foto: Inside Lombok/ANTARA News/Nirkomala)

Mataram (Inside Lombok) – Dinas Pertanian Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, segera mendatangkan 100 ton daging ayam broiler beku dari Pulau Jawa untuk memenuhi kebutuhan masyarakat setempat menjelang Idul Adha 1441 Hijriah sekaligus menekan harga daging ayam di pasar.

“Harga daging ayam broiler saat ini mencapai Rp42.000 per kilogram, naik dari harga normal Rp30.000 hingga Rp35.000 per kilogram. Bahkan saat awal pandemi COVID-19, harganya hanya Rp25 ribu per kilogram,” kata Kepala Dinas Pertanian Kota Mataram H Mutawalli di Mataram, Kamis.

Menurutnya, kenaikan harga ayam broiler ini dipicu oleh kondisi normal baru. Permintaan daging ayam dari hotel, restoran, rumah makan, dan kegiatan-kegiatan masyarakat seperti pernikahan, pesta-pesta serta lainnya mulai normal.

Sementara itu, stok ayam broiler di peternak banyak dan pada prinsipnya masih mencukupi begitu juga untuk bibit ayam broiler atau DOC, tapi mungkin terkendala didistribusinya.

“Pengalaman saya turun, ternyata yang menaikkan harga adalah pengecer sendiri. Kalau melihat pembeli ramai harga dinaikkan, kalau sepi diturunkan, tapi dalam hal ini kami tidak bisa melakukan intervensi,” katanya.

Terkait dengan itu, dia berharap dengan didatangkan ayam beku dari luar daerah bisa menekan harga daging ayam di pasar sekaligus menjadi alternatif dan membantu pemenuhan kebutuhan masyarakat saat Idul Adha 1441 Hijriah.

Dikatakan, sebanyak 100 ton ayam beku yang didatangkan itu di luar dari pemesanan rumah makan/restoran siap saji seperti KFC, McDonald’s, Lotte dan lainnya, karena mereka memesan melalui jalur khusus.

Menyinggung tentang harga daging sapi, Mutawalli menyebutkan sampai saat ini masih stabil yakni Rp125.000 per kilogram. Begitu juga harga telur masih tetap, baik telur ayam kampung, telur ras dan telur itik.

“Harga telur ayam kampung Rp2.000 per butir, ayam ras Rp1.450 per butir dan telur itik Rp2.000 per butir,” sebut Mutawalli. (Ant)