Pelamar Kecewa, Lowongan Kerja Puskesmas Cakra Ternyata Hoaks

Ratusan surat lamaran yang dikirim ke Puskesmas Cakra. (Inside Lombok/ISTIMEWA)

Mataram (Inside Lombok) – Beberapa waktu lalu, beredar informasi bahwa Puskesmas Cakranegara membuka lowongan pekerjaan untuk 16 formasi. Setelah para pencari kerja menyerahkan surat lamaran beserta persyaratan yang diminta, ternyata lowongan itu dinyatakan tidak pernah ada.

Beredar sebuah pesan broadcast percakapan seorang pelamar dengan salah seorang pegawai Puskesmas Cakranegara. Lowongan pekerjaan tersebut dinyatakan batal setelah seorang Pegawai Pemkot datang ke Puskesmas Cakranegara.

“Tiba-tiba tidak ada. Kalau tidak salah sekitar jam 12 siang datang pegawai dari Wali Kota membawa koran. Ini (lowongan kerja Puskesmas Cakranegara) dari Wali Kota tidak ada, dari Dinas Kesehatan tidak ada,” Ujarnya dalam pesan broadcast tersebut, seperti yang diterima Inside Lombok, Rabu (26/12/2018).

Dalam pesan tersebut juga ada seorang pelamar kerja yang menyatakan kekhawatirannya untuk menarik berkas. “Disuruh tanda-tangan pengambilan. Tapi kan khawatir saya. Nanti saya tanda-tangan pengambilan malah beneran ada nggakk jadi saya diterima,” ujar pelamar tersebut.

Wakil Wali Kota Mataram H. Mohan Roliskana sebelumnya telah menegaskan bahwa pengumuman terkait dibukanya lowongan kerja di Puskesmas Cakranegara tersebut tidak benar atau hoaks.

“Masyarakat jangan sampai menanggapi formasi itu,” ujar Mohan.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Mataram, dr. H. Usman Hadi juga menerangkan bahwa lowongan kerja tersebut tidak pernah ada.

“Tidak pernah ada itu. Dari Pemkot tidak ada, dari Dikes juga tidak ada. Jumlah pegawai di Puskesmas Cakra sudah mencukupi semua,” ujarnya kepada Inside Lombok, Rabu (26/12/18).

Menanggapi kesimpang-siuran isu tersebut warganet kemudian mengemukakan kekecewaannya melalui akun Instagram Lokerlombok.

Admin Lokerlombok sendiri menyarankan supaya para pelamar menarik kembali surat lamarannya dan menggunakannya untuk melamar di tempat lain. Selain menghindari kemungkinan penyalahgunaan data pelamar.
Lokerlombok melalui unggahannya juga menyatakan tidak mengetahui bagaimana kronologi lowongan kerja tersebut. Padahal sudah ada surat edaran dari instansi terkait tentang lowongan pekerjaan itu.