420 Unit Perahu dan Kapal Rusak Akibat Tsunami Selat Sunda

Mataram (Inside Lombok)- Jumlah korban tsunami Selat Sunda terus bertambah hingga saat ini, korban tewas mencapai lebih dari 430 orang. Sementara jumlah kapal dan perahu yang rusak mencapai 420 unit.

Hingga saat ini Tim SAR gabungan terus melakukan pencarian, penyisiran, dan evakuasi, serta penyelamatan korban di sepanjang daerah terdampak landaan tsunami di Selat Sunda.

BNPB terus memperbarui informasi jumlah korban tsunami selat sunda yang hingga kemarin korban tewas menjadi 430 orang dan 1.143 orang luka-luka.

“Sebanyak 430 orang meninggal dunia, 1.495 luka-luka, 159 orang hilang, dan 21.991 orang yang mengungsi akibat peristiwa tersebut,” ujar Kepala Pusat Data, Informasi, Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho dalam siaran pers yang diterima Inside Lombok, Rabu (26/12/18).

Diketahui bahwa korban tewas terbanyak berada di Pandeglang ada 290 orang, 1.143 orang luka-luka, dan 77 orang hilang, serta 17.477 orang mengungsi. Hal ini disebabkan karena di daerah ini merupakan kawasan wisata pantai dengan fasilitas hotel dan vila yang banyak berderet di sepanjang pantai. Apalagi saat kejadian tsunami saat libur panjang sehingga banyak wisatawan menginap di hotel dan penginapan.

Data sementara untuk kerugian fisik akibat tsunami meliputi 681 unit rumah rusak, 69 unit hotel dan villa rusak, 420 unit perahu dan kapal rusak, 60 unit warung dan toko rusak, dan puluhan kendaraan rusak.

Dampak bencana tsunami ini melanda daerah pesisir di pantai barat Provinsi Banten yaitu Kabupaten Pandeglang dan Kabupaten Serang, dan di pantai selatan Provinsi Lampung. Meliputi Kabupaten Lampung Selatan, Tanggamus, dan Pesawaran. Tidak adanya peringatan dini tsunami juga menyebabkan korban cukup banyak. Sebab masyarakat tidak memiliki kesempatan untuk melakukan evakuasi.