Pembangunan Waduk di Mataram Terancam Batal

Asisten II Bidang Administrasi Pembangunan dan Perekonomian Setda Kota Mataram H Mahmuddin Tura. (Foto: Inside Lombok/ANTARA/Nirkomala)

Mataram, 02/3 (Inside Lombok) – Rencana pembangunan waduk di kawasan Babakan, Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat, sebagai salah satu solusi penanganan banjir terancam batal karena hingga saat ini anggaran untuk pembebasan lahan belum ada.

Asisten II Bidang Administrasi Pembangunan dan Perekonomian Setda Kota Mataram H Mahmuddin Tura di Mataram, Selasa, mengatakan, luas lahan yang dibutuhkan untuk membuat waduk 6 hektare sementara lahan yang sudah tersedia baru 1,8 hektare.

“Jadi kita butuh bebaskan lahan lagi sekitar 4,2 hektare. Misalnya, harga tanah di kawasan Babakan mencapai Rp30 juta hingga Rp35 juta per are, maka anggaran yang dibutuhkan sekitar Rp26 miliar,” katanya.

Sementara, sambung Mahmuddin, dengan kondisi pandemi COVID-19 kebutuhan anggaran sebesar itu dinilai cukup berat. “Apalagi, pemerintah sekarang masih fokus bagaimana melakukan upaya pencegahan, penanganan COVID-19 dan pemulihan ekonomi,” katanya.

Alasan lainnya, katanya, menurut hasil kajian Balai Wilayah Sungai (BWS) pembangunan waduk atau kolam retensi itu hanya dapat menangani genangan dan banjir sekitar 35 persen.

“Artinya, kolam retensi itu tetap dibutuhkan tapi belum bisa menyelesaikan masalah banjir dan genangan secara maksimal,” katanya.

Akan tetapi, tambahnya, kalau untuk fungsi kebutuhan air baku dan lokasi edukasi serta rekreasi areal waduk masih bisa dimanfaatkan. Karena itu, untuk pembangunan fisik pisnispnya pemerintah sudah siap dan BWS menunggu pemerintah kota membebaskan lahan.

“Namun, dengan melihat kondisi anggaran dan kebijakan pemerintah terhadap alokasi anggaran di tengah pandemi COVID-19, sepertinya belum memungkinkan untuk pembebasan lahan,” katanya lagi. (Ant)