Pemda Bangun Puskesmas Sementara

Mataram (Inside Lombok) – Kamis (1/11/2018) Pertemuan Kunjangan Kerja Komisi XI DPR RI membahas aspek kesehatan di NTB. Kepala Dinas Kesehatan Provinsi NTB, Dr. Nurhandini Eka Dewi, memaparkan perkembangan keadaan puskesmas di NTB pasca gempa.

Puskesmas yang paling terdampak adalah Lombok Utara, sedangkan Lombok Timur dan Lombok Barat sekitar 40 persen. Sisanya adalah Sumbawa dan Lombok Tengah yang sarana kesehatannya tetap.

Masa transisi ini, Dinas Kesehatan sudah membangun beberapa puskesmas sementara, dan di Lombok Utara ada 6. Tiga diantaranya sudah selesai dan dioperasikan dan tiga lainnya yakni puskesmas di Gangga sudah 80 persen pembangunannya. Puskesmas di Senaru masih 30 persen karena daerah terpencil dan susah mencari tukangnya. Sedangakan puskesmas di Santong masih 10 persen karena permasalahan lahan.

Puskesmas sementara di Lombok Timur yang rusak dilaporkan ada dua yakni di Sembalun dan di Sambelia. Sumbawa Barat juga ada dua puskesmas yang rusak yakni di Seteluk dan di Poto tano.

“Permasalahannya di sini puskesmas pembantu dan poskesdes karena puluhan yang rusak. Kami tahun ini bisa membangun 20 puskesmas pembantu dari dana APBD-P,” jelas Eka, Kamis (1/11/2018).

NTB juga menerima bantuan dari Korea Selatan melalui PMI ada 10 Puskesmas pembantu sementara. Dinas Kesehatan memutuskan untuk memabngun puskesmas pembantu sementara dengan pertimbangan supaya cepat dibangun dan bisa melayani masyarakat kembali.

“Kemarin sudah datang 29 tenaga Nusantara Sehat Individual yang dikirim Kementerian Kesehatan selama 6 bulan, ada dokter gigi, bidan dan perawat yang akan bertugas di Lombok Utara dan Lombok Timur membantu tenaga kerja yang ada di puskesmas tersebut,” ujarnya.

Alat kesehatan masih menjadi permasalahan untuk puskesmas-puskesma tersebut karena rusak semua. Harapannya melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) 2019, alat-alat kesehatan ini bisa dikembalikan lagi seperti standar puskesmas karena alat yang ada di puskesmas sementara masih sederhana. (IL4)