Pemkot Bebaskan Lahan “Underpass” Tugu Mataram Metro

Tugu Mataram Metro di Jalan Lingkar Selatan yang akan dilengkapi dengan "underpass". (Inside Lombok/ANTARA News/Nirkomala)

Mataram (Inside Lombok)- Pemerintah Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, telah membebaskan lahan seluas 40 hektar lebih untuk pembangunan areal parkir dan pintu masuk “underpass” Tugu Mataram Metro di Jalan Lingkar Selatan senilai Rp8,8 miliar.

“Total anggaran yang kita siapkan untuk membebaskan lahan tersebut sekitar Rp8,8 miliar dengan harga Rp200 juta per hektare,” kata Asisten II Bidang Perekonomian dan Administrasi Umum Kota Mataram H Mahmuddin Tura di Mataram, Rabu.

Namun demikian, katanya, dari total nilai pembayaran Rp8,8 miliar itu, pemerintah kota telah membayar sebesar Rp3,2 miliar, sementara sisanya akan dialokasikan melalui APBD murni 2020.

“Selain karena kita kurang anggaran, pemilik lahan juga meminta waktu mencari lahan pengganti agar usaha rumah makannya bisa tetap berjalan,” katanya.

Akan tetapi, sambungnya, sebelum pembayaran tahap pertama diberikan, pihak pemilik lahan yang saat ini sedang membuka usaha rumah makan, telah dilakukan kesepakatan agar pemilik lahan harus mengosongkan lahan tersebut sebelum pembayaran tahap kedua.

“Jadi pemilik lahan diberikan kesempatan mencari lahan usaha baru hingga akhir tahun ini. Kami tidak akan memberikan sisa pembayaran sebelum lahan tersebut dikosongkan,” katanya.

Mahmuddin mengatakan, hingga saat ini pemerintah kota masih menunggu izin dari Balai Jalan Nasional (BJN) terkait izin pembangunan “underpass”, dan masih menunggu jadwal ekspose desain pembangunan “underpass”.

“Yang penting lahan ‘underpass’ siap dulu, untuk izin terus kita tindaklanjuti,” katanya.

Oleh karena itu, pembangunan tugu Mataram Metro tahun ini difokuskan untuk melanjutkan bangunan fisik setinggi 50 meter dengan nilai Rp11 miliar.

Pembangunan monumen setinggi 50 meter tersebut ditargetkan rampung tahun ini, dengan demikian monumen itu menjadi satu kesatuan ikon Kota Mataram dengan Gapura Tembolak.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Mataram Miftahurrahman sebelumnya mengatakan, untuk menyelesaikan pembangunan “underpass” sekitar 100 meter, dan fasilitas pendukung lainnya seperti lift dan areal parkir dibutuhkan anggaran sekitar Rp6-7 miliar lagi.

“Oleh karena itu, tahun ini kita fokus untuk mengerjakan tugu bangunan inti. Monumen itu menjadi satu kesatuan ikon Kota Mataram dengan Gapura Tembolak” katanya. (Ant)