Pemkot Mataram Akan Tindak Tegas ODP “Bandel”

Mataram (Inside Lombok) – Pemerintah Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, akan bertindak tegas kepada warga yang berstatus orang dalam pengawasan (ODP) Corona Virus Disease (COVID-19), yang masih bandel dan tidak menaati aturan isolasi diri, baik secara mandiri maupun di Wisma Nusantara yang disiapkan.

“Ini klaster Gowa ‘pagah’ (keras kepala). Di Mataram ada empat orang reaktif, saat diurus dicari mereka tidak ada di tempat,” kata Wali Kota Mataram Ahyar Abduh di Mataram, Rabu.

Menurutnya, empat orang yang berstatus ODP cluster Gowa di Kota Mataram dikabarkan tak taat dalam menjalankan isolasi diri. Padahal peningkatan kasus positif COVID-19 di NTB sudah mulai menunjukan tren meningkat dari cluster Gowa ini.

Dikatakan, para ODP cluster Gowa harusnya bersikap kooperatif untuk mengikuti protokol penanganan COVID-19. Hal ini demi kebaikan dirinya, keluarga, dan masyarakat umum. Apalagi saat ini masyarakat juga sudah sangat khawatir dengan keadaan mereka ini.

“Masyarakat sudah sangat khawatir dengan keadaan mereka. Saya tegaskan agar para ODP ini kooperatif, harus mereka isolasi diri atau mau menempati lokasi isolasi yang sudah kita siapkan di Wisma Nusantara, terutama yang hasil tesnya reaktif,” tegas wali kota.

Peningkatan empat kasus positif COVID-19 pertanggal 14 April yang diumumkan Gugus Tugas Provinsi NTB menunjukan sebagian besar berasal dari cluster Gowa.

Termasuk salah satunya penduduk Kecamatan Ampenan, pasien nomor 38, H, laki-laki, usia 61 tahun.

Berdasarkan rilis Gugus Tugas NTB, H tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit COVID-19 namun memiliki riwayat kontak erat dengan orang PPTG perjalanan dari Makassar dan saat ini H dirawat di ruang isolasi RS Siloam dalam keadaan baik.

“Dari empat kasus positif yang diumumkan Gugus Tugas NTB melalui rilis Selasa malam menunjukan semua berkaitan dengan cluster Gowa. Jadi ini yang kita antisipasi betul,” katanya.

Selama ini Pemkot Mataram dan Gugus Tugas Kota Mataram, katanya, selalu melakukan pendekatan persuasif, agar para ODP itu mau mentaati aturan isolasi diri.

Namun, sebagian ODP masih ada yang bandel sehingga ke depan pemkot akan menerapkan langkah-langkah yang tegas dengan berkoordinasi bersama TNI dan Polri.

“Selama ini kita imbau secara persuasif, tapi kalau sudah diingatkan berkali-kali dengan cara baik-baik tetap tidak taat aturan dan membandel, ya mau tidak mau kita akan libatkan penegak hukum, TNI-Polri,” katanya. (Ant)