Pemkot Mataram Ingatkan Pasangan Calon Tidak Gelar Konvoi Kemenangan

Ilustrasi - Wali Kota Mataram Ahyar Abduh mencuci tangan sesuai protokol COVID-19, sebelum masuk areal TPS 4, Kelurahan Dasan Agung, Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat. (Rabu 9/12/2020) (Inside Lombok/ANTARA/Nirkomala)

Mataram (Inside Lombok) – Pemerintah Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat mengingatkan pasangan calon pada pilkada setempat tidak menggelar konvoi kemenangan, guna menghindari munculnya klaster penularan COVID-19.

“Kemarin potensi konvoi kemenangan dari hasil hitung cepat, sempat mencuat tapi syukurnya sudah langsung diredam oleh paslon (pasangan calon),” kata Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Mataram I Nyoman Swandiasa di Mataram, Kamis.

Berdasarkan data hasil hitung cepat di Desk Pilkada Kota Mataram dengan jumlah suara masuk 198.257, pasangan Calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Mataram Mohan Roliskana-TGH Mujiburrahman atau paket HARUM, sementara ini unggul dengan perolehan suara 38,56 persen.

Perolehan suara terbanyak di urutan kedua, Putu Selly Andayani-TGH Abdul Manan atau paket SALAM, dengan jumlah suara 29,58 persen.

Di urutan ketiga paangan L. Makmur Said-Badruttamam Ahda atau paket MUDA meraih suara 21,78 persen dan terakhir urutan keempat pasangan Baihaqi dan Baiq Diah Ratu Ganevi atau paket BARU, dengan jumlah suara 10,08 persen.

Dia mengatakan untuk menghindari terjadinya penambahan kasus COVID-19 dan klaster pilkada, pemerintah kota telah bekerja sama dan berkoordinasi dengan penyelenggara, baik KPU, Bawaslu, maupun pasangan calon untuk disiplin melaksanakan protokol kesehatan.

“Terutama bagi paslon yang menang dari proses hitung cepat. Harapan kita, paslon dapat terus memberikan arahan dan petunjuk kepada tim sukses dan pendukung agar menghindari kegiatan pengumpulan massa,” katanya.

Apalagi, tahapan penghitungan hingga proses penetapan masih akan dilaksanakan oleh KPU dalam beberapa hari ke depan sampai penetapan pada 17 Desember 2021.

“Karena itu, untuk menghindari kerumunan KPU menerapkan sistem rekapitulasi penghitungan suara melalui aplikasi elektronik rekap (e-rekap),” katanya.

Swandiasa yang juga Anggota Tim Gugus Tugas Penanganan COVID-19 daerah setempat itu, mengatakan kasus positif COVID-19 di Kota Mataram fluktuatif sehingga bisa saja tiba-tiba kasus positif akan bertambah jika masyarakat tidak disiplin terhadap protokol kesehatan COVID-19.

Dalam beberapa hari terakhir ini, sudah ada penambahan kasus dengan data terakhir pada Kamis, pukul 12.00 Wita, terjadi lagi tambahan kasus baru satu orang sehingga pasien COVID-19 yang masih dirawat tercatat 21 orang, dari total kasus secara kumulatif 1.320 orang.

“Jumlah pasien sembuh sebanyak 1.207 dan 92 orang meninggal dunia. Kita berharap jumlah pasien meninggal dan kasus baru COVID-19, tidak bertambah agar Mataram bisa menjadi zona aman (hijau, red.) COVID-19,” katanya. (Ant)