Pengembangan Industri NTB Butuh Integrasi

Wakil Gubernur NTB, Dr. Sitti Rohmi Djalillah (Inside Lombok/Bayu Pratama)

Mataram (Inside Lombok) – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Nusa Tenggara Barat (NTB) sedang menyusun konsep industri yang akan digunakan untuk mencapai NTB Gemilang. Wakil Gubernur (Wagub) NTB, Dr. Sitti Rohmi Djalillah, menyebutkan bahwa pengembangan industri di NTB saat ini mengusung integrasi antara sekolah, mesin produksi, dan pengolahan hasil sumber daya yang ada di NTB.

“Konsepnya jadi bukan kita berbicara industri sekala besar semua. Tapi juga kita bicara industri sekala menengah ke bawah. Bagaimana supaya hasil entah itu pertanian, perkebunan, UMKM bisa diolah di sini. Ada nilai tambahnya di NTB sebelum dibawa keluar,” ujar Rohmi ketika ditemui pada Rabu (06/02/2019).

Rohmi juga menyebutkan, dibangunnya Science Technology Industri Park (STIP) di lahan seluar 26 hektar di Desa Banyumulek, Kabupaten Lombok Barat adalah untuk memaksimalkan integritas tersebut.

“Di situ kita bisa membuat mesin-mesin yang saya kira bisa membantu masyarakat kita untuk mengolah hasil-hasil yang ada di kita. Jadi terintegrasi dia nanti di STIP itu akan dihasilkan mesin-mesin olahan yang akan bisa mengolah hasil-hasil pertanian dan perkebunan kita,” ujar Rohmi.

Sebagai contoh, Rohmi menyebut jagung sebagai prodak pertanian NTB misalnya perlu proses pengeringan terlebih dahulu untuk memberikan nilai tambah sebelum diekspor ke luar. Rohmi juga menyebutkan bahwa di STIP nantinya akan ada training untuk memaksimalkan pemahaman soal nilai tambah pada prodak-prodak di NTB tersebut.

Selian itu, STIP yang berperan sebagai tempat produksi mesin pengolah produk-produk yang ada di NTB juga akan diintregasikan dengan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) yang ada di NTB. Rohmi menyebutkan bahwa perlunya pendidikan di NTB, khsusnya SMK, untuk mencetak Sumber Daya Manusia (SDM) yang dibutuhkan sesuai lapangan kerja yang ada di NTB.

“Jangan sampai di SMK dilatih apa, tapi dilapangan malah butuhnya apa. apa yang dibutuhkan itu yang dilatih,” ujar Rohmi.

Rohmi menyebut bahwa masyarakat NTB perlu optimis membangun industri di NTB. Wagub NTB tersebut mengingatkan bahawa memang tidak ada sesuatu yang mudah, namun selama ada kemauan selalu ada jalan.

“Semuanya bisa tapi butuh waktu. Kalau ditekan dengan janga waktu pendek, ya susah. Tapi kalau diberi waktu yang panjang ya bisa. Mana yang bisa kita produksi, kita akan produksi sendiri kedepannya,” pungkas Rohmi.