Peternak Ikan di Lobar Keluhkan Harga Pakan Melambung

159
Salah seorang peternak ikan di desa Buwun Sejati, Narmada. (Inside Lombok/Yudina)

Lombok Barat (Inside Lombok) – Peternak ikan di Lombok Barat (Lobar) keluhkan kenaikan harga pakan yang tak sesuai dengan harga jual ikan di pasaran.

Yodi Supriadi, salah satu peternak ikan di Desa Buwun Sejati, Narmada menyebut awalnya harga pakan berkisar Rp335 ribu per sak. Namun, kini harga pakan tembus hingga 382 ribu.

“Naiknya udah sejak dua bulan yang lalu, jadi dampak ya ke kita, ya modalnya harus nambah,” keluhnya saat ditemui di tepi tambak ikan yang sedang dijaganya.

Kendati tak mengalami kerugian, kondisi ini membuatnya mendapatkan untung hanya sedikit. Terlebih, kenaikan harga pakan juga tidak dibarengi dengan kenaikan harga ikan.

“Ikan sih tetep harganya, paling naik seribu-dua ribu,” ungkap dia.

Menurut Yodi, saat harga pakan mengalami kenaikan, seharusnya juga dibarengi dengan kenaikan harga ikan. Supaya para peternak ikan tak mengalami kerugian dan tetap bisa meraup untung.

“Penurunan omzet kita bisa sampai Rp9 juta karena harga pakan yang terus naik sekarang,” keluhnya.

Karena selama ini, ia mengaku pendapatan kotor yang bisa diperolehnya dalam sekali panen bisa mencapai Rp70 juta. Jumlah tersebut dari budidaya 10 ribu ekor bibit ikan yang dilakukan di kolam budidaya yang telah digelutinya selama kurang lebih setahun terakhir ini.

“Kita berharap kalau bisa harga pakan turun, trus ikan bisa naik harganya. Supaya kita peternak juga dapat untung,” harap Yodi. (yud)