Polres Mataram Naik Tipe Jadi Polresta

Kantor Polresta Mataram. (Inside Lombok/ANTARA/Dhimas BP)

Mataram (Inside Lombok) – Kepolisian Resor Mataram, Nusa Tenggara Barat, kini telah resmi naik tipe satuan keamanan kewilayahan menjadi Kepolisian Resor Kota (Polresta) Mataram.

Kapolda NTB Irjen Pol Nana Sudjana di Mataram, Senin, menjelaskan bahwa peningkatan tipe polres menjadi polresta merupakan reformasi struktural melalui tata kelembagaan.

“Peningkatan tipe ini akan berimplikasi terhadap susunan organisasi, tata kerja, postur anggota, mekanisme dan manajemen pelayanan publik,” kata Nana Sudjana.

Perubahan dalam susunan organisasi, jelasnya, akan terjadi seperti pimpinan Polresta Mataram yang nantinya dijabat perwira menengah (pamen) berpangkat komisaris besar polisi atau Kombes Pol, dan Wakapolresta Mataram menjadi ajun komisaris besar polisi atau AKBP.

Kemudian perubahan juga akan terlihat dari segi sarana dan prasarana yang salah satunya berkaitan dengan jumlah personel yang rencananya akan ada penambahan sampai 750 orang.

Karenanya, Nana Sudjana berpesan agar personel Polresta Mataram dapat meningkatkan soliditas internal, menguatkan penegakan hukum yang profesional dan berkeadilan, serta meningkatkan pelayanan berbasis teknologi.

Kenaikan tipe ini juga harus diimbangi dengan kemampuan personel dalam menghadirkan pelayanan yang mudah, berbasis teknologi, penegakan hukum yang profesional, dan penanganan kamtibmas yang optimal.

“Namun yang paling utama setelah menjadi polresta adalah perkuatan personel, logistik, dan organisasi. Selain itu, tidak kalah yang menjadi ukuran terpenting adalah kinerja membuat situasi Kota Mataram lebih aman tertib dan damai,” ujarnya.

Lebih lanjut Nana mengatakan bahwa kontribusi Polresta Mataram dapat ditinjau dari terjaminnya keamanan wilayah yang mendorong kemajuan program pembangunan. Demikian pula dengan terjaganya ketertiban, akan terlihat dari aktivitas masyarakat yang berdampak pada angka kesejahteraan.

Kini yang menjadi tantangan baru Polresta Mataram adalah harus segera merumuskan blue print atau cetak biru, hal itu, jelas Nana, untuk menunjang kinerja yang lebih baik dan terukur sehingga akan terlihat target jangka pendek dan panjangnya.

“Jika hal itu tidak dapat dipenuhi, maka tipe Polresta ini akan dievaluasi dan hasilnya bisa turun menjadi tipe Polres lagi,” ucap dia.

Peningkatan tipe Polresta Mataram ini telah menempuh waktu yang panjang dan pembenahan yang serius. Hal itu terlihat dari upayanya yang dilakukan sejak tahun 2016 dan melewati lima kali usulan. Upaya itu akhirnya terwujud dengan terbitnya Surat Keputusan Kapolri pada 2 Oktober 2019. (Ant)