Puluhan PKL Cakranegara akan Direlokasi ke Islamic Center

Pedagang kaki lima di Jalan AA Gede Ngurah Cakranegara, Kota Mataram. (Inside Lombok/ANTARA News/Nirkomala)

Mataram (Inside Lombok) – Pemerintah Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, berencana merelokasi puluhan pedagang kaki lima (PKL) di Jalan AA Gede Ngurah Cakranegara ke areal Masjid Hubbul Wathan Islamic Center.

“Rencana relokasi PKL Cakranegara di Islamic Center ini masih kami komunikasikan dengan berbagai pihak terkait termasuk dengan jajaran Pemerintah Provinsi NTB,” kata Kepala Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Mataram Amran M Amin di Mataram, Selasa.

Amran mengatakan, Isalmic Center dipilih menjadi alternatif relokasi PKL Cakranegara agar terintegrasi dengan keberadaan Islamic Center sebagai ikon objek wisata religi di daerah ini.

Dimana sebanyak 54 PKL yang akan direlokasi itu rata-rata merupakan pedagang kopiah, pakaian, kaca mata dan “compact disk” (CD). “Barang-barang yang dijual PKL itu, sesuai dengan kebutuhan wisatawan yang datang ke Islamic Center,” katanya.

Relokasi puluhan PKL Cakranegara itu, sejalan dengan program revitalisasi kawasan bisnis Cakranegara (KBC). Dimana saat ini sedang dilakukan penataan kawasan dengan mensteriklan dari parkir dan PKL.

Sebelumnya, relokasi PKL Cakranegara itu sudah direncanakan di kawasan Mayure, akan tetapi sejauh ini belum ada kelanjutannya dan hingga saat ini masalah PKL belum ada penyelesian permanen.

“Oleh karena itulah, wacana merelokasi PKL ke Islamic Center mulai kita kembangkan untuk ditindaklajuti,” ujarnya.

Sementara untuk lokasi persisnya, lanjutnya, Disdag perlu berkoordinasi dengan instansi terkait, selain pihak provinsi juga perlu koordinadi dengan Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman serta Dinas PUPR agar bisa sesuai dengan ketentuan.

Selama penataan kawasan bisnis Cakranegara berlangsung, PKL yang terkena dampak dari proyek tersebut saat ini mencari tempat tidak jauh dari lokasi semula yang tidak terkena dampak.

“Tetapi kita khawatir, begitu pengerjaan pedestrian dan penataan rampung, mereka akan kembali lagi,” katanya. (Ant)