Ratusan Mahasiswa UNIZAR Ikuti KKN-PPM di Lobar, Bawa Misi Kembangkan Desa Wisata Berbasis Lokal

170
Bupati Lobar, H. Fauzan Khalid saat melepas mahasiswa UNIZAR untuk melaksanakan KKN-PPM ke-XV 2022 (Inside Lombok/Yudina)

Lombok Barat (Inside Lombok) – Ratusan mahasiswa Universitas Islam Al-Azhar (UNIZAR) dilepas untuk melaksanakan Kuliah Kerja Nyata – Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) ke-XV 2022 di enam desa di Lombok Barat. Mereka diharapkan tak hanya bisa melaksanakan kegiatan fisik, melainkan juga bisa membawa perubahan pola pikir masyarakat.

Sebanyak 265 mahasiswa KKN UNIZAR secara keseluruhan ditempatkan di 10 desa yang ada di wilayah NTB dan yang terbesar di kabupaten Lombok Barat, yakni enam desa. Mulai dari Sekotong Barat, ada tiga kelompok KKN. Kemudian di Kekait, Sigerongan, Karang Bayan, Sesaot dan Taman Ayu.

“Mengingat potensi alam yang ada di Lombok Barat, dalam hal ini menjadi prioritas kita. Karena tema KKN kita kali ini adalah ‘pengembangan desa wisata berbasis lokal’,” terang ketua panitia KKN UNIZAR, Fahrul Irawan dalam sambutannya di aula Kantor Bupati Lobar, Senin (01/08/2022).

IMG 20220801 WA0022

Besar potensi yang dinilai bisa dikembangkan itu pun menjadi target implementasi KKN mereka. “Jadi kita memilih Lombok Barat menjadi basis dari KKN pada periode kali ini,” imbuhnya.

Sementara itu, Rektor UNIZAR, Muh. Ansyar, MP menjelaskan bahwa pengusungan tema KKN itu juga berkaitan dengan potensi NTB yang menjadi salah satu destinasi wisata prioritas. “Karena itu kami ingin menggali potensi-potensi apa saja yang dimiliki masing-masing desa. Untuk kita angkat menjadi destinasi wisata,” ungkapnya.

Dia menjelaskan, dipilihnya Lobar menjadi salah satu lokasi KKN mereka, lantaran dinilai memiliki potensi pariwisata yang besar untuk terus dikembangkan. “Kami melepas 210 orang yang berlokasi di kabupaten Lombok Barat kepada pak Bupati, untuk dimanfaatkan sesuai potensi masing-masing,” bebernya.

Menurutnya, KKN memiliki dua tujuan, pertama bisa menjadi pembelajaran bagi para mahasiswa yang terlibat. Serta, sebagai program pengabdian oleh mahasiswa maupun perguruan tinggi kepada masyarakat.

Dalam pelepasan itu, Bupati Lobar, H. Fauzan Khalid pun menyampaikan harapannya. Bahwa program KKN yang bisa diberikan oleh para mahasiswa kepada masyarakat setempat bisa berupa pembinaan yang juga turut menjadi program strategis Pemda Lobar.

“Biasanya adik-adik yang KKN itu programnya pasti fisik, mau membangun ini, mau membangun itu. Padahal, program KKN itu tidak harus fisik. Kalau fisik itu dimensinya lebih jangka pendek,” ujar Fauzan.

Melihat kondisi di Lobar sendiri, Fauzan justru meminta agar para mahasiswa bisa mengarusutamakan pemahaman mengenai pentingnya pernikahan setelah usia sudah matang dan siap membina rumah tangga. Lantaran, kata dia, pernikahan dini juga disinyalir sebagai salah satu penyumbang angka stunting.

Para mahasiswa diminta untuk bisa merubah pola pikir masyarakat yang masih kaku mengenai hal itu. “Pernikahan dini ini sering kali dikaitkan dengan persoalan agama dan budaya. Karena yang dilihat hanya secara hukum fiqih apakah sudah memenuhi syarat atau tidak untuk nikah. Tidak pernah melihat tujuan agama mensyariatkan pernikahan,” paparnya.

Para mahasiswa pun diminta untuk bisa masuk memberikan pemahaman soal hal itu. Karena masyarakat dinilai perlu diberikan pengertian lebih jauh apa tujuan dari pernikahan dan dibinanya rumah tangga. “Dapat membangun keluarga yang kuat dari sisi ekonomi, dari sisi kemampuan ilmu pengetahuan dan seterusnya,” imbuh dia.

Terlebih banyaknya kasus perceraian yang didominasi oleh pasangan pernikahan dini. “Sengaja ini saya sampaikan supaya ada peluang buat adik-adik, supaya dalam KKN itu jangan hanya terfokus dalam program fisik,” tandasnya. (yud)