Sunset Jazz hingga Cycling Day Siap Ramaikan Senggigi

363
Senggigi Sunset Jazz yang digelar tahun 2019 lalu. (Inside Lombok/Istimewa)

Lombok Barat (Inside Lombok) – Beberapa event besar disiapkan Pemda Lobar untuk meramaikan Senggigi. Mulai dari Senggigi Cycling Day, Senggigi Sunset Jazz, hingga Senggigi Marathon.

“Yang pertama, dalam rangka memperingati hari kemerdekaan RI, kita di Senggigi Insyaallah akan launching kegiatan Senggigi Cycling Day,” ungkap Bupati Lobar, H. Fauzan Khalid di hadapan para pelaku industri pariwisata Senggigi akhir pekan kemarin.

Kegiatan itu pun direncanakan dapat menjadi kegiatan rutin yang secara otomatis bisa dilakukan masyarakat setiap minggunya. Ini sebagai salah satu sensasi menikmati Senggigi dengan bersepeda.

“Kita ingin sekali di kawasan jalan Senggigi ini, misalnya setiap hari minggu dari jam 6 sampai jam 9 ada model car free day, tapi khusus dengan bersepeda,” lanjutnya.

Tidak hanya itu, event lainnya yang tengah disiapkan adalah Senggigi Sunset Jazz 2022. Tahun ini, event tersebut akan kembali digelar setelah sempat absen sejak 2019, akibat pandemi Covid-19 yang sempat membuat mati suri pariwisata Senggigi.

Senggigi Sunset Jazz rencananya akan diadakan pada bulan November mendatang. “Ini sudah resmi akan kita adakan di bulan November. Ini sudah ada sponsornya, sudah resmi,” lugas Fauzan.

Selanjutnya akan ada event olahraga Ironman 70.3 Lombok Indonesia, yang juga sudah resmi akan diadakan pada tanggal 8 Oktober mendatang. “Untuk olahraga, selain Ironman yang sudah resmi, saat ini juga kita sedang mencari sponsor untuk Senggigi Marathon,” ungkap dia.

“Bayangan saya, Senggigi Marathon ini lari dari Senggigi, kalau marathon itu dari Senggigi sampai Pemenang (KLU) bolak-balik dan tetap finish di Senggigi dan kalau half marathonnya sampai Nipah. Rencananya ini bulan Desember,” lanjut Fauzan.

Awan Aswinabawa, salah seorang pelaku wisata yang turut hadir pun memberikan respon positif atas rencana tersebut. “Ini tentu rencana yang sangat menarik, kita lihat Trawangan sudah ramai, so kita juga harus melakukan sesuatu di Senggigi,” ucapnya.

Ia berharap para pelaku wisata khususnya di Senggigi bisa menjalin hubungan dan kolaborasi yang baik dengan pemerintah daerah untuk segera mengembalikan Senggigi sebagai salah satu destinasi wisata terbaik.

Dari lokasi yang sama, Ketua DPD Astindo NTB, Sahlan M. Saleh, memberi masukan agar event-event yang ada di Lombok Barat bisa ditetapkan waktunya jauh sebelum kegiatan dilaksanakan. “Kami (travel agen) butuh tanggal pasti dari jauh-jauh hari, agar event-event ini bisa kita jual juga menjadi paket,” sarannya. (yud)