Tagana Edukasi Siswa Pentingnya Mitigasi Bencana

Perwakilan Pemprov NTB, Pamsi, dan pihak Sekolah yang terlibat, dalam penyelenggaraan program Tanaga Masuk Sekolah di Lingsar, beberapa waktu yang lalu. (Inside Lombok/Istimewa).

Lombok Barat (Inside Lombok) – Masuknya NTB menjadi daerah yang rawan terhadap bencana alam. Menyebabkan perlunya masyarakat memperoleh pembekalan mengenai mitigasi bencana. Taruna Siaga Bencana (Tagana) bersama Dinas Sosial Provinsi NTB juga memberikan pemahaman mitigasi bencana kepada siswa.

Guna menjadi langkah antisipasi sebagai upaya untuk mengurangi risiko bencana. Melalui Dinas sosial di tiap provinsi, Pemerintah pusat menyelenggarakan program Gerakan Nasional Tagana Masuk Sekolah, yang diselenggarakan di seluruh Indonesia. Dan di NTB, Lombok Barat menjadi daerah pertama tempat penyelenggaraan program tersebut.

“Dalam langkah antisipasi, tentu kita perlu menyiapkan SDM yang siap menghadapi bencana” kata Kepala Dinas Sosial Provinsi NTB, Ahsanul Khalik, Kamis (29/10/2020), di Lingsar.
Lju
Dirinya menilai bahwa pemberian bekal untuk tanggap bencana kepada pemuda adalah pilihan yang tepat. Karena Pemuda dinilai memiliki peluang besar untuk menjadi agen perubahan dalam membantu memberi pemahaman tentang mitigasi bencana kepada para orang tua dan masyarakat di sekitarnya.

“Para pemuda dan pelajar ini yang akan kita berikan edukasi, kemudian mereka yang bisa menyampaikan langsung kepada masyarakat sekitarnya” bebernya.

Dimana program ini, lanjutnya, akan diselenggarakan di 35 sekolah dan pondok pesantren di 10 Kabupaten/kota di NTB.

H. Jamaluddin Abdullah, Pimpinan pondok pesantren Alam Sayang Ibu, Dasan Griya, kecamatan Lingsar, sebagai sekolah pertama tempat dilaksanakannya program tersebut, memberi dukungan penuh.

“Karena kita kan tinggal di wilayah yang rawan bencana, jadi dengan menggandeng lembaga pendidikan, informasi akan cepat tersampaikan kepada masyarakat” ujarnya.

Hal tersebut, lantaran ketika pemuda dan pelajar yang mendapatkan edukasi mengenai mitigasi bencana, kemudian membagikan ilmu yang diperoleh kepada keluarga atau pun masyarakat di sekitarnya, itu dinilai akan lebih mudah diterima dan dipahami.

Edukasi mengenai tanggap bencana yang diberikan dalam program tersebut, menyangkut mitigasi bencana, penanganan ketika bencana terjadi dan pemulihan pasca terjadinya bencana. Sebagai upaya untuk mempersiapkan SDM menghadapi ancaman bencana yang bisa terjadi kapan saja.